Dari kiri ke kanan. Adian Saputra, Yusuf Eddy Triyanto, Chintia Martceli Putri, Ikhwan Wijaya. | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Upaya untuk menetapkan tokoh perjuangan asal Lampung, Gele Harun, sebagai Pahlawan Nasional kembali menjadi topik perbincangan. Sejumlah tokoh dan keluarga besar berharap pemerintah provinsi, terutama Gubernur Lampung, dapat lebih aktif mengawal proses yang sempat terhenti sejak pengajuan terakhir.
Perbincangan ini dibahas dalam Dialog Lampung Menyapa yang berjudul “Usulan Gelar Pahlawan Nasional Mr. Gele Harun Meredup?” di Studio RRI Pro 1 Bandar Lampung, Selasa, 25/11/2025.
Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Lampung, Yusuf Eddy Triyanto, mengatakan, Lampung memiliki banyak tokoh yang layak diangkat ke tingkat nasional, termasuk Gele Harun yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan saat agresi militer Belanda II.
“Tokoh seperti beliau perlu terus diperkenalkan. Generasi muda harus tahu bahwa Lampung memiliki sosok yang berjuang tanpa pamrih untuk Indonesia,” ujarnya.
Menurut dia, nilai kepahlawanan seperti keberanian, pengorbanan, hingga integritas perlu diwariskan. Ia menilai bahwa mengangkat kembali reputasi tokoh lokal sangat penting sebagai bentuk penghargaan sejarah.
Sebagai editor buku biografi Gele Harun Residen Perang, Adian Saputra, menambahkan bahwa proses penetapan pahlawan nasional tidak hanya soal kelengkapan dokumen, tetapi juga membutuhkan kekuatan politik dan dukungan serius dari pemerintah daerah.
“Usulan pahlawan nasional itu juga bagian dari perjuangan politik daerah, sehingga perlu dijaga agar tokoh dari lampung seperti Gele Harun juga mendapat perhatian,” ucapnya.
Ia menyinggung bahwa Lampung perlu lebih konsisten, sebagaimana daerah-daerah lain yang aktif memperjuangkan tokoh-tokoh mereka agar mendapatkan pengakuan nasional.
Menurut dia, rekam jejak dan dokumentasi peninggalan Gele Harun yang begitu lengkap merupakan modal yang kuat.
“Apalagi rekam jejak dan dokumentasi peninggalan Gele Harun sangat lengkap, ini modal yang jarang dimiliki tokoh lain,” tegasnya.
Adian juga menyoroti kurangnya literasi sejarah lokal di sekolah-sekolah saat ini, sehingga hadirnya tokoh seperti Gele Harun penting untuk memperkuat identitas sejarah generasi muda.
Dari pihak keluarga, Chintia Martceli Putri menyampaikan harapan besar agar pengajuan gelar pahlawan nasional dapat dilanjutkan kembali pada 2026 dan dukungan besar dari pemerintah dan segala elemen masyarakat lampung.
“Kami memohon dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan seluruh masyarakat Lampung,” ujar cicit Mr Gele Harun itu.
Pembahasan dalam Dialog Lampung Menyapa RRI ini menunjukkan bahwa dukungan publik terhadap upaya pengusulan Gele Harun sebagai Pahlawan Nasional tetap berjalan.
Kini, harapan diarahkan kepada Gubernur Lampung dan pemerintah daerah untuk mengawal proses tersebut hingga mendapat pengakuan resmi dari negara. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda