Timotius Widiyanto
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Menjelang pelaksanaan Pekan Seni Mahasiswa Universitas Lampung (Peksimila) 2025, salah seorang peserta cabang solo song keroncong, Timotius Widiyanto, menyampaikan kesiapan dan harapannya setelah mengikuti rapat teknis yang diselenggarakan panitia.
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Prancis, FKIP Unila angkatan 2024 ini mengaku semakin mantap menghadapi perlombaan yang akan digelar sesuai jadwal resmi Peksimila.
Saat diwawancarai, Timotius mengungkapkan persiapannya telah dimulai sejak jauh-jauh hari dengan mencari referensi lagu melalui berbagai sumber, termasuk platform YouTube.
Ia juga menyebutkan fokus utamanya menjelang lomba tidak hanya pada teknik vokal, tetapi juga pada pemahaman makna lagu.
“Fokus utama saya adalah mempersiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman isi lagu, baru setelahnya penjiwaan,” ungkapnya.
Menurut dia, cabang solo song keroncong menuntut kedalaman interpretasi sekaligus teknik bernyanyi yang tidak sederhana. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
Timotius menilai bahwa rapat teknis yang dilaksanakan panitia berjalan informatif dan membantu peserta memahami sistem pelaksanaan lomba.
Dengan pemahaman baru mengenai mekanisme kompetisi, ia berharap dapat tampil dengan performa terbaik.
Menariknya, Timotius mengakui dorongan terbesar untuk mengikuti Peksimila datang dari dirinya sendiri.
Ia ingin memperluas wawasan sekaligus memperdalam pengetahuan mengenai dunia musik keroncong.
Meskipun demikian, ia tetap menerima dukungan dari orang-orang terdekat yang selama ini menyemangatinya untuk terus berkembang.
Menutup sesi wawancara, Timotius menyampaikan harapannya terhadap penyelenggaraan Peksimila 2025.
“Semoga Pekan Seni Mahasiswa Unila 2025 menggugah semangat kecintaan terhadap nusa dan bangsa, dengan seni dan budaya,” tutupnya. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda