Bandar Lampung

Fidhea Pinaring Gusti Tekankan Pentingnya Karakter dan Gaya Kepemimpinan

Fidhea Pinaring Gusti Tekankan Pentingnya Karakter dan Gaya Kepemimpinan

Fidhea Pinaring Gusti. | Dandy HR

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) 2025 yang diselenggarakan HMJPBS bekerja sama dengan Imabsi, Imasapra, dan Sekubal menghadirkan Fidhea Pinaring Gusti, Duta Bahasa Nasional 2024, sebagai pemateri pertama.

Dalam sesi bertema kepemimpinan dan manajemen organisasi, Fidhea menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan anggota menuju tujuan bersama.

Di hadapan para peserta, Fidhea menjelaskan perbedaan mendasar antara pemimpin dan kepemimpinan.

“Pemimpin adalah orangnya, sementara kepemimpinan adalah kemampuannya,” ujarnya kemarin.

Ia menegaskan, seseorang bisa saja menduduki posisi sebagai pemimpin, namun tidak memiliki kapasitas kepemimpinan yang memadai.

Materi kemudian berkembang pada syarat-syarat seorang pemimpin, mulai dari takwa, sehat, cakap, disiplin, hingga kemampuan berani dan tegas.

Fidhea mengajak peserta melakukan praktik sederhana tentang sikap percaya diri, salah satu karakter penting yang harus dimiliki pemimpin.

Ia menggambarkan bagaimana posisi berdiri yang benar dapat memengaruhi persepsi peserta.

Lebih jauh, Fidhea memperkenalkan enam tipe kepemimpinan, seperti karismatik, paternalistis, militeristik, otokratis, laissez-faire, dan demokratis.

Ia menggunakan contoh tokoh-tokoh seperti Adolf Hitler, Susi Pudjiastuti, dan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memperjelas gaya kepemimpinan mereka.

Peserta juga diajak merefleksikan tipe gaya kepemimpinan dirinya masing-masing.

Menurut dia, memahami tipe kepemimpinan diperlukan agar seseorang dapat menjalankan manajemen organisasi secara efektif.

“Kita harus tahu bagaimana cara pemimpin mengambil keputusan dan bagaimana gaya memimpinnya berpengaruh pada ritme organisasi,” jelas Fidhea.

Sesi berlangsung interaktif dengan tanya jawab, diskusi, dan praktik langsung. Para peserta antusias mengikuti pemaparan yang energik dan lugas.

Kegiatan ditutup dengan pesan bahwa pemimpin masa depan harus memiliki karakter kuat, visi jelas, dan kemampuan komunikasi yang baik. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda