Prabowo Pamungkas. | Dandy HR
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional dianggap sebagai bukti kaburnya ingatan sejarah bangsa.
Hal itu mengemuka dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Teknokra Unila bersama LBH Pers Bandar Lampung di Rumah Kawan 2, Kedaton, kemarin.
Prabowo Pamungkas dari LBH Pers Bandar Lampung menilai, masyarakat Indonesia kini tengah mengalami erosi kesadaran sejarah akibat pembatasan informasi dan hegemoni narasi masa lalu.
Ia mengingatkan, pada masa Orde Baru, akses informasi publik sangat terbatas hanya melalui media pemerintah seperti TVRI dan RRI yang membentuk persepsi tunggal tentang negara dan kekuasaan.
“Memori masa lalu kita perlahan dikaburkan oleh negara. Penetapan Soeharto sebagai pahlawan adalah bagian dari proses itu,” ujarnya.
Menurut Prabowo, generasi muda perlu mengkritisi bagaimana narasi kepahlawanan dibentuk oleh kekuasaan.
Sebab, sejarah tidak pernah berdiri tunggal selalu bergantung pada perspektif dan kepentingan politik.
Dalam forum tersebut, Prabowo juga mengaitkan kebijakan masa lalu dengan kondisi sosial hari ini.
Ia menilai, konflik agraria dan ketimpangan ekonomi di Lampung adalah cerminan warisan kebijakan Soeharto yang menekan rakyat kecil demi kepentingan investasi.
Diskusi ini juga menjadi ajakan agar mahasiswa tidak kehilangan sikap kritis terhadap keputusan politik yang berpotensi menghapus fakta sejarah.
“Agenda seperti ini penting untuk merawat ingatan, agar generasi sekarang tidak mudah dibungkam oleh glorifikasi masa lalu,” ujarnya. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda