Bandar Lampung

Workshop Tanah Liat Art Exhibition Commvaganza 9.0 Hadirkan Nuansa “Ternyata Rumah”

Workshop Tanah Liat Art Exhibition Commvaganza 9.0 Hadirkan Nuansa “Ternyata Rumah”

Tanah Liat Art Exhibition Commvaganza 9.0. | Anggi Dwi Raharti

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung menggelar acara Art Exhibition Commvaganza 9.0, pada 6-9 November 2025 di Taman Budaya Lampung.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Commvaganza 9.0 yaitu acara besar tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unila.

Ada beberapa kegiatan pada acara Art Exhibition Commvaganza 9.0, seperti workshop “Bermain Tanah”, “Ber Vas-vasan”, dan pop up “Painting Session”, serta bazar/Ma(Art)ket.

Kegiatan lokakarya “Bermain Tanah” ini menggunakan jenis tanah liat, yang menjadi wadah ekspresi seni bagi para peserta.

Hal ini bertujuan untuk melestarikan seni menggunakan tanah liat yang masih harus dipopulerkan.

Mengusung tema besar “Ternyata Rumah”, panitia mengajak peserta untuk menyalurkan kreativitas melalui media tanah liat.

Adelia, panitia, menjelaskan, hal ini berdasarkan proses membentuk sesuatu dari dasar, layaknya membangun “rumah” dalam kehidupan.

Dengan membayar tiket Rp25 ribu, peserta sudah mendapatkan alat dan bahan untuk proses pembuatannya.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 90 peserta, dengan perhari 30 peserta yang dibagi menjadi 2 sesi, dari pukul 13.00-15.00, di Taman Budaya Lampung.

Kegiatan “Bermain Tanah” ini juga menjalin kerja sama dengan komunitas tanah liat “Tanoh Nughik”.

Komunitas ini berperan sebagai pengajar dan pendamping dalam proses pembuatan karya tanah liat.

Para tutor membantu peserta memahami teknik dasar pembentukan, tekstur, serta cara membuat pola.

Workshop ini terbuka bagi mahasiswa maupun umum yang ingin mencoba pengalaman seni tanah liat.

Ia berharap kegiatan ini dapat membantu melestarikan seni menggunakan tanah liat di Bandar Lampung.

Kegiatan puncak dari acara Commvaganza 9.0 ini akan bertepatan pada 23 November 2025 di lapangan sepak bola Unila. [Anggi Dwi Raharti]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda