Bandar Lampung

Duta Teknokrat Favorit 2025 Khaalishah Aufaa Salsabila: Bertumbuh dan Berdampak Positif

Duta Teknokrat Favorit 2025 Khaalishah Aufaa Salsabila: Bertumbuh dan Berdampak Positif

Khaalishah Aufaa Salsabila

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Khaalishah Aufaa Salsabila @_.kalisaslsbla pada pemilihan Duta Teknokrat 2025 yang baru lalu mendapat predikat Duta Teknokrat Favorit. Dalam ajang malam final itu, ia menampilkan yang terbaik.

Meskipun belum ditakdirkan menjadi nomor 1, atribut tersebut memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Kalisa, panggilan akrabnya.

Kepada wartalampung.id, Kalisa menceritakan beberapa hal. Kalisa tertarik ikut Duta Teknokrat karena ingin membawa nama baik kampus dengan cara yang positif dan berkesan.

Ia senang bersosialisasi, bertemu orang baru, dan berinteraksi dengan berbagai kalangan. Hal itu membuat dirinya semakin semangat untuk berkontribusi dan membagikan energi positif.

Selain itu, menjadi Duta Teknokrat, kata dia, bukan sekadar prestise, melainkan tapi juga tanggung jawab untuk menjadi contoh dan inspirasi bagi mahasiswa lain.

Selama beberapa bulan pembinaan/karantina, Kalisa dan semua kontestan mendapat banyak pengalaman berharga.

Mereka dibekali pelatihan tentang public speaking, leadership, dan cara membangun citra diri yang positif sebagai perwakilan kampus.

“Yang paling saya rasakan, pembinaan/karantina ini membuat saya lebih percaya diri, terbiasa bekerja sama dalam tim, dan semakin bangga menjadi bagian dari kampus,” kata dia kepada wartalampung.id hari ini lewat pesan tertulis.

Masa jelang final tentu menjadi pengalaman tersendiri baginya. Kalisa bilang, pengalaman yang paling berkesan adalah saat latihan dan persiapan bareng finalis lainnya.

Di situ ia merasakan suasananya bukan sekadar kompetisi, melainkan juga kebersamaan.

Mereka saling mendukung, saling membantu, dan bertumbuh bareng.

”Saya juga belajar banyak tentang disiplin, kepercayaan diri, dan cara menampilkan versi terbaik dari diri sendiri di depan banyak orang.”

Momen itu, ujarnya, benar-benar membuatnya sadar kalau menjadi Duta Teknokrat bukan cuma soal tampil di panggung, melainkan tentang perjalanan untuk mengenal diri dan belajar menghargai proses.

Pada malam final, Kalisa tentu mempunyai target pribadi. Ia hanya ingin tampil maksimal dan berusaha masuk ke jajaran finalis terbaik.

Tapi lebih dari sekadar peringkat, target utama dirinya adalah bisa menampilkan versi terbaik dari diri sendiri yang percaya diri, berani, dan tetap rendah hati.

”Saya ingin pulang dari panggung itu dengan perasaan bangga karena sudah berusaha sebaik mungkin, apa pun hasil akhirnya.”

Sejak aktif di Duta Teknokrat, ia mendapat banyak sekali manfaat. Ia menjadi lebih percaya diri saat berbicara di depan umum, lebih peka terhadap lingkungan sekitar, dan lebih berani mengambil peran dalam berbagai kegiatan kampus.

Selain itu, ia juga mendapat banyak teman baru yang inspiratif dari situ ia belajar arti kolaborasi dan semangat saling mendukung.

”Yang paling saya rasakan, Duta Teknokrat membuat saya tumbuh bukan cuma sebagai mahasiswa, tapi juga sebagai pribadi yang ingin terus memberi dampak positif.”

”Jujur, waktu malam final itu saya campur aduk antara semangat dan deg-degan,” lanjutnya.

Jelang final itu, Kalisa mempersiapkan diri dengan baik dan kuantitas yang lumayan.

Mulai dari latihan public speaking, perbaikan penampilan, latihan jalan dan ekspresi, sampai latihan mental supaya tetap tenang di atas panggung.

”Grogi sih pasti ada, apalagi lihat semua finalis lain juga luar biasa. Tapi saya coba lawan rasa grogi itu. Saya ingat tujuan awal ikut Duta ini, jadi waktu tampil saya berusaha menikmati momen dan tampil dengan percaya diri.”

Kalisa juga menilai para kontestan lain sebagai sosok yang luar biasa. Masing-masing punya keunikan, kelebihan, dan karakter yang menarik.

Alih-alih merasa tersaingi, ia justru banyak belajar dari mereka entah dari cara mereka berbicara, pembawaan diri, atau semangatnya.

”Ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah untuk saling menginspirasi dan tumbuh bareng. Jadi meskipun kami bersaing, suasananya tetap hangat dan saling mendukung.”

Kalisa bercerita, ketertarikan dirinya pada dunia modeling dan pageant sudah muncul sejak berumur 7 tahun.

Ia suka melihat bagaimana peserta kompetisi kecantikan tampil anggun, percaya diri, dan tetap punya misi sosial yang kuat di balik penampilannya.

Dari situ ia merasa dunia pageant bukan cuma tentang kecantikan atau penampilan, melainkan juga tentang kepribadian, wawasan, dan kemampuan berpengaruh secara positif.

”Saya menyukainya karena lewat dunia ini, saya bisa menyalurkan passion saya dalam berkomunikasi, tampil percaya diri, dan memberi inspirasi untuk orang lain.”

Karena sudah resmi mendapat predikat sebagai Duta Teknokrat 2025, Kalisa akan berusaha mengatur waktu sebaik mungkin antara kuliah dan kegiatan Duta.

Ia sadar dua-duanya sama-sama penting. Kuncinya adalah manajemen waktu dan komitmen.

Ia biasanya membuat jadwal mingguan supaya bisa tahu kapan fokus untuk akademik dan kapan waktunya untuk kegiatan Duta.

Selain itu, ia juga belajar untuk lebih disiplin dan terbuka dalam berkomunikasi dengan dosen maupun panitia jika ada jadwal yang berbenturan.

”Saya percaya kalau dijalani dengan niat baik dan perencanaan yang matang, keduanya bisa berjalan seimbang dan saling mendukung,” kata dia.

Soal obsesi besar di pageant, Kalisa ingin terus berkembang dan menambah pengalaman. Mungkin ke depannya ia akan ikut kompetisi seperti Muli Mekhanai atau ajang pageant lain yang bisa memperluas wawasan dan jaringan.

Tapi lebih dari sekadar gelar, obsesinya menjadi sosok yang bisa membawa nilai positif lewat dunia pageant.

Sseorang yang bukan cuma tampil percaya diri di atas panggung, melainkan juga punya kontribusi nyata di luar panggung.

”Saya ingin membuktikan bahwa dunia modeling dan pageant itu bukan sekadar soal penampilan, melainkan juga tentang karakter, pengaruh, dan pesan yang kita bawa.”

Sukses selalu, Kalisa. [@adiansaputra27]

Biodata

Nama                   : Khaalishah Aufaa Salsabila

Panggilan             : Kalisa

Kelahiran             : Bandar Lampung, 20 April 2006

Status                   : Sulung dari 3 bersaudara

SMA                      : SMK Negeri 4 bandar Lampung

Kuliah                   : Program Studi Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia (semester III)

Tinggi                   : 158 cm

Berat                    : 48 cm

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda