Bandar Lampung

Ketua Umum Imasapra M. Rafif Indharto Sebut Beberapa Pembeda Francetival 2025 ketimbang Tahun Lalu

Ketua Umum Imasapra M. Rafif Indharto Sebut Beberapa Pembeda Francetival 2025 ketimbang Tahun Lalu

M. Rafif Indharto. | Dandy HR

Wartalampung.id, Bandar Lampung —Kegiatan tahunan Francetival 2025 yang diselenggarakan oleh Imasapra FKIP Unila tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Mengusung semangat inovasi, Francetival tahun ini menghadirkan konsep baru yang lebih variatif baik dari segi lomba, kolaborasi, maupun kegiatan pendukungnya.

Ketua Umum Imasapra M. Rafif Indharto hari ini menjelaskan, perbedaan paling mencolok terlihat dari jenis-jenis lomba yang diadakan.

Jika tahun sebelumnya didominasi lomba-lomba konvensional seperti solo song dan desain poster, tahun ini panitia menghadirkan beberapa terobosan baru, salah satunya lomba fashion show bertema Prancis.

Selain fashion show, Francetival 2025 juga menampilkan lomba cerdas cermat/concours de connaissances yang pertama kalinya diadakan. Peserta lomba ini melibatkan enam tim dari berbagai SMA dan SMK di Lampung.

“Untuk lomba cerdas cermat, ini pertama kali kami adakan dan peminatnya cukup banyak. Ini membuktikan bahwa minat pelajar terhadap bahasa Prancis terus tumbuh,” tambahnya.

Tidak hanya di bidang perlombaan, perbedaan juga tampak pada pelaksanaan L’Expo Campus tahunan yang menjadi bagian dari Francetival.

Tahun ini, panitia menghadirkan narasumber baru seperti Ahmad Abdul Aziz, Duta Bahasa Provinsi Lampung, serta Debora Fenty, seorang influencer yang pernah menempuh studi di Prancis.

“Kalau tahun lalu kami mengundang alumni, tahun ini kami mencoba sesuatu yang baru dengan menghadirkan duta bahasa dan influencer yang punya pengalaman langsung di Prancis,” jelas Rafif.

Salah satu hal yang juga menjadi sorotan adalah kolaborasi antara Prodi Pendidikan Bahasa Prancis dengan Prodi Pendidikan Musik Unila, yang menampilkan pertunjukan musik khas di hari pertama kegiatan.

Rafif menilai kolaborasi lintas prodi ini merupakan langkah maju untuk memperkaya kreativitas dan mempererat hubungan antarprogram studi di FKIP.

Francetival 2025 juga menerapkan strategi baru dalam pengelolaan dana, yakni dengan menyelenggarakan bazar sejak akhir September hingga awal Oktober. Langkah ini terbukti efektif membantu kebutuhan pendanaan kegiatan utama.

“Bazar tahun ini kami adakan sebelum acara inti, dari 29 September sampai 3 Oktober. Hasilnya cukup membantu karena bisa menutupi sebagian kebutuhan dana Francetival,” ungkapnya.

Rafif menutup dengan harapan agar inovasi-inovasi yang dihadirkan tahun ini menjadi fondasi untuk Francetival di masa mendatang. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda