Mitra Bentala dan Kelurahan Kotakarang libatkan warga dan mahasiswa bersih lingkungan dan hutan mangrove. | Nathania Shakira
Wartalampung.id, Bandar Lampung —Memperingati Hari Habitat Sedunia 2025 yang jatuh pada 6 Oktober lalu, Mitra Bentala yang tergabung dalam Global Plastic Action Partnership menggelar kegiatan Clean Up Habitat Mangrove di Kelurahan Kotakarang, Telukbetung Timur, Bandar Lampung, pada Sabtu (18/10/2025).
Agenda hari ini menggandeng Pemerintah Kelurahan Kotakarang dan mendapat dukungan dari berbagai elemen mahasiswa serta masyarakat sekitar.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB dibuka dengan sambutan dari Direktur Mitra Bentala Rizani Ahmad, Lurah Kotakarang Bambang Heriyanto, serta Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Joko Sulistio.
Turut hadir pula perwakilan dari AIESEC Unila, Permatep Unila, Jejama Lampung, komunitas pecinta alam lainnya, serta warga sekitar yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya dibagi menjadi dua kelompok, yakni masyarakat yang difokuskan membersihkan lingkungan sekitar, dan kelompok mahasiswa yang beraksi di kawasan hutan mangrove.
Panitia turut menyediakan perlengkapan pendukung seperti masker, sarung tangan, dan kantong sampah bagi seluruh peserta.
Direktur Mitra Bentala, Rizani Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap ancaman sampah plastik yang dapat merusak ekosistem pesisir.
Rizani juga menambahkan bahwa kegiatan bersih-bersih serupa sebenarnya rutin dilakukan setiap Jumat di Kelurahan Kotakarang.
Namun, khusus dalam momentum Hari Habitat Sedunia 2025 ini, kegiatan diperbesar dan melibatkan elemen masyarakat secara lebih luas dengan total peserta yang terlibat kurang lebih 100 orang.
Selain aksi bersih-bersih, Mitra Bentala juga bekerja sama dengan mahasiswa untuk menanam pohon mangrove, serta memberikan edukasi kepada anak-anak, perempuan, dan komunitas lokal mengenai pengelolaan sampah plastik.
Rizani menyebutkan bahwa panitia juga akan menghitung jumlah sampah plastik yang berhasil dikumpulkan sebagai bahan evaluasi.
“Nanti juga akan kita hitung berapa jumlah sampah plastik yang berhasil kita kumpulkan hari ini,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, dalam kegiatan clean up sebelumnya beberapa bulan lalu, Mitra Bentala berhasil mengumpulkan sebanyak 700 kilogram sampah plastik.
Lebih lanjut, Rizani menekankan pentingnya adanya kebijakan yang mendorong pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan.
“Semua orang harus peduli bahwa sampah plastik ini dapat mengancam habitat mangrove,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa mangrove memiliki peran vital dalam ekosistem pesisir, karena menjadi tempat berkembang biak berbagai sumber pangan seperti ikan, kerang, dan udang yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. [Nathania Shakira]

Tinggalkan Komentar Anda