Bandar Lampung

Narasumber Pembinaan Ideologi Pancasila, Adian Saputra: Gotong Royong Wujud Nyata Nilai Pancasila

Narasumber Pembinaan Ideologi Pancasila, Adian Saputra: Gotong Royong Wujud Nyata Nilai Pancasila

Adian Saputra. | Anggi Dwi Raharti

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Adian Saputra menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh anggota DPRD Bandar Lampung Muhammad Suhada di halaman SMPIT Cahaya Ilmu, Gedongair, Sabtu 11 Oktober 2025.

Ia menekankan pentingnya nilai gotong royong sebagai salah satu wujud dari Pancasila. Kegiatan diikuti anggota Garuda Keadilan Lampung dan Forum Kerja Sama Alumni Rohis (FKAR) Bandar Lampung.

Dalam penyampaiannya, Adian mengatakan, salah satu bentuk implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah sikap saling membantu dan berkontribusi terhadap sesama masyarakat.

Ia juga mengutip bahwa Pancasila adalah gotong royong menurut Bung Karno yang artinya kita harus saling memberikan kontribusi dan membangun peradaban bersama.

“Gotong royong bukan hanya misi, tapi juga tindakan nyata untuk saling mengingatkan dan berbuat baik,” ujar Adian.

Dia juga menyoroti fenomena menurunnya semangat kritis dan aksi sosial di kalangan mahasiswa.

Menurutnya, sebagian anak muda kini lebih sibuk mencari perhatian di media sosial daripada menyuarakan aspirasi dengan esensi yang sama.

Kata dia, jangan jadikan demo sekadar panjat sosial (pansos), tapi untuk menyuarakan kebaikan dan kepentingan rakyat.

Jika ada masyarakat yang kesulitan makan, kebanjiran, atau kekurangan bahan pokok, segera dilaporkan, karena itu bagian dari gotong royong dalam Pancasila.

Ia juga mencontohkan semangat kolaborasi melalui kerja sama antarorganisasi seperti Garuda Keadilan (GK) dan FKAR yang terlibat dalam berbagai kegiatan sosial seperti pengelolaan bank sampah, pemberdayaan UMKM, dan bantuan bagi masyarakat kurang mampu.

Selain itu, ditekankan juga pentingnya peran mahasiswa dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Ia mengaitkannya dengan konsep “Mahasiswa Berdampak” yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi.

Menurutnya, mahasiswa sekarang bukan hanya belajar, melainkan harus memberi dampak bagi lingkungan dan masyarakat.

“Kalau kita mau maju, kita harus merasakan denyut masyarakat,” ujarnya. [Anggi Dwi Raharti]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda