Bulan Bagha. | Anggi Dwi Raharti
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung, menggelar kegiatan “Bulan Bagha” dengan tema “Ngurikko Bara, Ngejaga Budaya Pujama Sekubal” pada 10 Oktober 2025, sebagai bentuk upaya pelestarian terhadap bahasa serta budaya Lampung dikalangan masyarakat.
Acara ini merupakan kegiatan tahunan sejak tiga tahun terakhir yang diselenggarakan oleh program studi pendidikan bahasa Lampung, yang dilaksanakan di Nuwo Sesat FKIP Universitas Lampung, dan dihadiri kurang lebih 400 tamu.
“Bulan Bagha” yang berarti bulan purnama merupakan salah satu bagian dari acara Muli Mekhanai Lampung pada malam hari, dengan menampilkan berbagai seni yang dilakukan dibawah sinar bulan purnama.
Bagus selaku Ketua Umum Sekelik Himpunan Prodi Pendidikan Bahasa Lampung(Sekubal), menjelaskan bahwa Bulan Bagha bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga sarana pembelajaran aktif dan penyambutan mahasiswa baru program studi tersebut.
“Acara ini untuk mengajak anak muda yang belum tahu ada budaya lampung, kami memperkenalkan budaya lampung bahwa ini adalah budaya yang perlu kita kembangkan dan lestarikan lagi,” ujar Bagus.
Kegiatan ini diisi dengan beberapa penampilan seni Lampung seperti
Acara “Bulan Bagha” sendiri menampilkan berbagai kegiatan seperti:
- Beharak dan silat
- Tari Temui Agung
- Tari Nyambai
- Gitar klasik lagu-lagu lampung
- Tari Melinting
- Satra lisan
- Tari Cangget
- Lempar Selendang
Kegiatan “Bulan Bagha” menjadi agenda tahunan yang ditunggu, karena terus berinovasi dan selalu dimodifikasi oleh Prodi Pendidikan Bahasa Lampung untuk menarik minat masyarakat.
Ia juga menyampaikan pesan berharap kepada generasi muda dalam upaya melestraikan budaya Lampung.
“Ayolah kita sama-sama melestarikan bahasa Lampung karna sangat jarang yang mengetahuinya, kita sebagai generasi muda ayo melestarikan sama-sama kalau bukan kita siapa lagi,” tambah Bagus. [Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda