Fathul Muin (kiri). | Anggi Dwi Raharti
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dosen UIN Raden Intan Lampung Fathul Mu’in hadir sebagai pemateri dalam Dialog Publik yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Cabang Lampung dengan judul “Indonesia Emas 2045?” dan tema “Siapa yang Bertanggung Jawab atas Kerusuhan Saat Ini”.
Dia menekankan dua poin penting persoalan kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah serta arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Terkait kerusuhan, Fathul secara tegas menyebut bahwa pemerintah harus menjadi pihak yang bertanggung jawab.
“Saya tidak pernah menyalahkan masyarakat maupun mahasiswa. Karena pemerintah memiliki sumber daya dan kewajiban untuk mencegah kerusuhan. Kalau terjadi kerusuhan, berarti ada problematika di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan pengalamannya saat masih menjadi jurnalis, ketika meliput kerusuhan di Lampung Selatan.
Menurutnya, masyarakat tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena kegagalan ada pada negara dalam memberi solusi maupun pesan pada masyarakat.
Lalu Fathul juga menyampaikan bahwa ada tiga indikator untuk menuju Indonesia emas.
- Sumber daya manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan.
- Pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
- Penguatan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
Dari tiga indikator, pemerintah dan mahasiswa harus terus mendorong terjadinya nilai demokrasi dan hak asasi manusia dalam kebebasan berpendapat untuk menuju Indonesia emas.
Sebagai penutup, ia juga menyampaikan pesan apresiasi kepada Lampung saat aksi demonstrasi karena berlangsung damai dan tertib. [Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda