Bandar Lampung

PKKMB Universitas Teknokrat Indonesia: Mahasiswa Pahami dan Praktikkan Budaya, Etika, Norma, serta Tata Krama

PKKMB Universitas Teknokrat Indonesia: Mahasiswa Pahami dan Praktikkan Budaya, Etika, Norma, serta Tata Krama

PKKMB Universitas Teknokrat Indonesia. | Dokumentasi UTI

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tiga dosen Universitas Teknokrat Indonesia, Dr Si. Dedi Darwis, Dr Heri Kuswoyo SS M.Hum, dan Shiwi Angelica S.Akun MBA menjadi narasumber dalam program pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) baru-baru ini.

Dedi Darwis mengemukakan bahwa di kampus ada budaya akademik. Dengan budaya akademik, mahasiswa diminta berpikir secara akademis dan belajar mandiri.

Ia menekankan bahwa dosen adalah fasilitator pembelajaran. Kuliah, ujar Dedi, adalah upaya kita membangun fondasi yang kuat agar mampu belajar secara mandiri.

Dedi juga mengajak mahasiswa membiasakan budaya diskusi dan beroganisasi. Ia mewanti-wanti mahasiswa agar aktif dalam organisasi ekstrakurikuler, minimal satu. Bisa di badan eksekutif mahasiswa, himpunan mahasiswa jurusan, maupun unit kegiatan mahasiswa yang sesuai dengan potensi dan bakat masing-masing.

Dedi kembali menekankan betapa pentingnya membangun fondasi pembelajaran dengan berpikir logis dan sistematis. Ia juga menyebutkan ada konteks penelitian yang bisa dilakukan oleh mahasiswa bekerja sama dengan dosen.

Hasil penelitian itu bisa dikonversi ke dalam sistem kredit semester (SKS).

“Mari lakukan penelitian agar bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Jadilah mahasiswa berdampak,” kata dia.

Sementara itu, Heri Kuswoyo menenkankan pada norma. Ia mengatakan, di kampus ini ada norma akademik, normal sosial, norma susila, dan norma hukum. Semua norma itu mesti dipahami dan dipraktikkan.

Sedangkan Shiwi Angelica memberikan penekanan pada etika. Etika, kata dia, adalah aturan yang berlaku atau norma yang berlaku di suatu organisasi. Boleh jadi etika yang ada di kampus Teknokrat tidak ada di entitas lain. Termasuk juga etika di satu negara mungkin berbeda dengan negara lain.

“Turunan dari etika itu adalah yaitu etiket, yaitu tata cara kita berperilaku,” ujar Shiwi.

Shiwi bilang, beberapa etika di kampus Teknokrat adalah semua sivitas akademika dilarang dilarang merokok di kampus dan tidak boleh mencontek.

Khusus penggunaan AI, ia juga mengharuskan mahasiswa melakukan parafrase sehingga menghindari plagiarisme. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda