Bisnis

Pemanfaatan Gas Alam Terkompresi oleh UMKM Lampung Meningkat, PGN Klain Hemat, Aman, dan Efisien

Pemanfaatan Gas Alam Terkompresi oleh UMKM Lampung Meningkat, PGN Klain Hemat, Aman, dan Efisien

Ramah tamah PGN dan media massa. | Sugiono

Wartalampung.id, Kalianda – Penggunaan gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) dari Perusahaan Gas Negara (PGN) oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung terus mengalami peningkatan.

Salah satu penerapannya dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG).

Area Head PGN Lampung, Ahmad Abrar, menyebutkan bahwa hingga kini terdapat sekitar 80 tempat usaha UMKM yang telah beralih menggunakan produk CNG dari PGN.

“Ke depan, kami menargetkan penambahan sebanyak 30 UMKM dalam satu tahun, khususnya menyasar sentra UMKM di sepanjang Jalan ZA Pagaralam,” jelasnya, Sabtu, 13 /9/2025, ketika ramah tamah bersama awak media di Grand Elty Kalianda.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah dapur SPPG yang saat ini menggunakan CNG mencapai 98 dapur, dan dalam satu tahun mendatang ditargetkan akan bertambah sebanyak 19 dapur lagi.

Ane, pemilik Rumah Bone Catering yang juga membuka usaha SPPG untuk program MBG, mengaku seluruh dapur dan restorannya telah menggunakan CNG dari PGN.

Ia menyebutkan adanya peningkatan efisiensi serta kemudahan dalam operasional sejak beralih dari LPG ke CNG.

“Dulu kami pakai elpiji 50 kg, sekarang setelah menggunakan CNG PGN, efisiensinya sekitar 30 persen. Karena sudah merasakan manfaatnya, saat dipercaya membuka dapur MBG pertama di Bandar Lampung, saya langsung instalasi produk PGN,” ujar Ane.

Ia menambahkan, selain lebih hemat biaya, penggunaan CNG PGN juga lebih aman dan pelayanan PGN sangat responsif.

“Untuk keamanan tidak perlu khawatir. Kalau pakai gas lain, sering panik saat habis gas. Tapi dengan PGN, setiap pagi mobil CNG datang, dan langsung mengganti tabung kosong. Ada juga meteran, jadi bisa tahu persis berapa kubik yang digunakan,” jelasnya.

Sementara itu, Fadli, General Manager dari Sambal Bu Lin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggunakan CNG PGN sejak tahun 2024, setelah melakukan perhitungan matang sejak ditawarkan pada 2023.

Menurutnya, ada tiga keuntungan utama menggunakan CNG PGN: efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, dan keamanan.

“Dari sisi biaya, kami bisa menghemat sekitar Rp19 juta per bulan. Jika dikalikan 12 bulan, penghematan mencapai Rp228 juta per tahun,” ungkap Fadli.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa kinerja dapur menjadi lebih efisien berkat nyala api gas CNG yang lebih stabil dan berwarna biru. Hal ini mempercepat proses masak sehingga waktu penyajian juga semakin singkat.

“Misalnya, menu yang biasanya disiapkan dalam 15 menit kini bisa selesai hanya dalam 10 menit karena api gas dari PGN berwarna biru dan lebih panas,” jelasnya.

Dari segi keamanan, Fadli menegaskan bahwa gas PGN lebih aman karena tidak rawan bocor seperti bahan bakar sebelumnya yang digunakan. [Sugiono]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda