Mahasiswa KKL Malahayati di Banjar Agung, Limau, Tanggamus. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Limau – Tahun ini, mahasiswa Universitas Malahayati yang melaksanakan kuliah kerja lapangan (KKL) di Desa Banjar Agung, Kecamatan Limau., Tanggamus, menghadirkan warna baru dengan program kerja yang secara langsung menyentuh dunia pendidikan dasar, khususnya di SDN 1 Banjar Agung.
Dalam sepuluh tahun terakhir, belum pernah ada kelompok mahasiswa KKL yang berkolaborasi secara intensif dengan sekolah dasar tersebut.
Kehadiran mahasiswa menjadi momentum bersejarah. Bukan hanya bagi sekolah, melainkan juga bagi mahasiswa yang akhirnya merasakan pengalaman belajar bersama anak-anak desa secara langsung.
Tema besar yang diusung mahasiswa Universitas Malahayati pada program kerja tahun ini adalah “CERDAS” (Cinta Edukasi, Rajin, Disiplin, Aman, dan Sehat).
Melalui tema tersebut, dosen pembimbing lapangan, Muslih, menekankan program tersebut supaya memberikan dampak positif langsung bagi siswa.
Mahasiswa, kata Muslih, melakukan beberapa kegiatan di sekolah ini.
- Edukasi hidup bersih dan sehat. Mahasiswa memperkenalkan cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan diri, serta pentingnya perilaku sehat di sekolah maupun rumah.
- Pembuatan fasilitas cuci tangan. Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa membuat keran air di lingkungan sekolah agar siswa dapat dengan mudah menjaga kebersihan.
- Pembuatan mading. Mading atau majalah dinding berfungsi sebagai sarana informasi, media edukasi, sekaligus wadah kreativitas bagi siswa.
- Pendampingan belajar. Mahasiswa membantu guru selama KKL berlangsung, dengan harapan dalam memberikan keterampilan dasar anak dengan metode yang kreatif dan interaktif dengan jangka panjang, misalnya kegiatan Pramuka.
- Pembuatan sarana tempat sampah. Pembuatan sarana tempat sampah di SDN 1 Banjar Agung dilakukan sebagai langkah nyata untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi siswa maupun guru.
Kepala SDN 1 Banjar Agung Yohanes Sudiyono menyampaikan terima kasih atas kehadiran mahasiswa KKL. Menurut dia, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru dalam suasana belajar.
“Dalam sepuluh tahun terakhir, baru kali ini ada mahasiswa yang benar-benar hadir dan bersentuhan langsung dunia belajar anak-anak di sekolah kami. Anak-anak merasa senang karena pendekatan mereka berbeda, lebih dekat, dan lebih kreatif,” ujarnya.
Guru-guru pun merasa terbantu dengan adanya mahasiswa yang ikut mendampingi kegiatan belajar.
Selain meringankan beban mengajar, kehadiran mahasiswa juga menghadirkan inovasi yang bisa dijadikan contoh dalam metode pembelajaran ke depan. []

Tinggalkan Komentar Anda