Christian Ginting. | Adian Saputra
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nama Christian Ginting kemarin acap disebut pembawa acara turnamen catur Smanda Cup Piala Gubernur di Gedung Serbaguna (GSG) Mapolda Presisi Lampung.
Pecatur andalan kami di SMAN 2 Bandar Lampung angkatan 1997 ini memang tak menjadi juara pada nomor perorangan. Ginting cuma ada di nomor enam.
Andai ia tak kalah di babak akhir, minimal remis saja, ia hakulyakin masuk lima besar dan diminta maju ke panggung.
Ginting juga tak bisa membawa grup angkatan 1997 ke posisi terhormat di kategori beregu. Nasib tim angkatan 1997 ini tak jelek-jelek amat. Namun, masih jauh dari lima besar.
Soal penampilan, mungkin Ginting, di antara peserta lain selama Sabtu-Ahad, 9-10 Agustus 2025, itu yang paling banyak bertanding.
Ia turun di beregu dan perorangan. Ini masih belum ditambah sesi catur simultan melawan master nasional Asep “Black” Setiawan.
Walakin, Ginting sukses jadi yang terbaik di kategori Best Smanda. Ia ada di nomor wahid, mengungguli dua pecatur dari angkatan lain.
Salah satunya Subian Saidi, doktor matematika dan dosen MIPA Unila andalan angkatan 1999.
Amplop pertama buat Ginting masuk. Agak tebal dan membayang warna merah.
Memang belum dibuka tapi rasanya ada beberapa lembar. Lumayanlah menjadi penghibur usai dua harian bertempur.
Juga masih ada piala dan plakat yang bisa diunggah ke media sosial. Ya buat keren-kerenan saja.
Nama Ginting juga disebut dan maju untuk mendapat amplop berisi duit karena menang lawan master nasional Asep “Black” Setiawan pada sesi simultan. Amplopnya rada tipis.
Tadinya kami menganggap hanya Ginting yang bisa memperoleh duit satu juta perak dalam sesi simultan itu. Ternyata, hitungan kami salah.
Ada empat pecatur yang dinilai bisa mengalahkan sang master nasional. Walhasil empat orang itu masing-masing mendapat selembar Soekarno-Hatta, yang enam lembar diberikan ke master nasional.
Nama Ginting juga disebut di bagian akhir. Lantaran ia masuk 10 besar, persisnya ada di nomor 6, kategori perorangan,
Ginting masih kebagian hadiah. Duit dalam amplop. Tipis-tipis saja.
Kemarin memang menjadi pertaruhan bagi semua angkatan. Memang ini ajang silaturahmi. Tapi tetap saja namanya lomba pasti ada menang ada yang kalah.
Semua mau jadi yang terbaik, termasuk angkatan 1997.
Sejak pagi urusan kudapan, makan, minum, kopi dan lain-lain beres. Khusus Ginting plus Ardi Nugraha masih lanjut sampai sesi akhir perorangan. Bintang memang ada di Ginting.
Untuk urusan catur, nama ini memang moncer. Beberapa kali nama Ginting disebut pembawa acara, peserta lain ada yang ikutan menyebut dan membahas dengan temannya yang lain.
Saya sering memperhatikan beberapa orang memang paham persis kiprah Ginting dalam memainkan bidak-bidak catur.
Tiga amplop saya minta ia tunjukkan di depan layar untuk berfoto. Wajah Ginting semringah cerah.
Ya mungkin tak banyak yang masuk ke kocek. Tapi lumayan sekadar membayar keletihan dua harian penuh berkutat dengan bidak-bidak catur.
Selamat buat Ginting. Setidaknya namamu paling banyak disebut kemarin oleh pembawa acara saat sesi pengumuman pemenang: Juara I The Best Smanda, Juara Catur Simultan, dan peringkat ke-6 kategori perorangan. [ADIAN SAPUTRA]

Tinggalkan Komentar Anda