Mirza dan Marindo di baris depan terpingkal-pingkal mendengar yek-yel angkatan 1997 yang lucu. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Perhelatan HUT ke-60 dan reuni akbar SMAN 2 Bandar Lampung kemarin masih menyisakan cerita menarik.
Selain diisi temu alumni, pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Alumni SMAN 2 Bandar Lampung (IKA Smanda) 2025-2029, donor darah, dan bazar UMKM, masih ada mata acara yang supermenarik yakni senam poco-poco.
Ada 19 angkatan yang mempersiapkan tim untuk ikut. Satu di antaranya angkatan 1997.
Bedanya, jika yang lain suporter banyak, angkatan 1997 relatif tidak begitu banyak. Usai tampil, tim 1997 dan suporter mengundang Ketua dan Sekretaris IKA Smanda Rahmat Mirzani Djausal dan Marindo Kurniawan untuk berfoto bersama.
Usai foto, perwakilan Adolf Ayatullah memimpin yel-yel. Pekikan yel-yel inilah yang membuat Mirza dan Marindo yang notabene satu angkatan lebih muda dari angkatan 1997, terpingkal-pingkal.
Bagaimana tidak tertawa sedemikian meriah jika yel-yel yang diteriakkan Adolf dan kawan-kawan satu angkatannya memang lucu.
“Kami, alumni SMAN 2 Bandar Lampung angkatan 1997, lebih tua daripada angkatan 1998.”
Sontak, tak hanya Mirza dan Marindo, semua alumnus yang masih ada di lokasi acara juga tertawa. Termasuk juga Purnama Wulan Sari, istri Mirza, yang juga alumnus Smanda angkatan 1998.
Mirza dan Marindo kemudian berfoto bersama dengan tim poco-poco dan suporter angkatan 1997. Pagi harinya, keduanya, juga ketua harian IKA Smanda, Mahathir Muhammad, mendapat hadiah kostum angkatan 1997 yang kemarin dipuji banyak angkatan karena dinilai keren dan sarat dengan kearifan lokal.
Ada-ada saja ya tingkah angkatan 1997 ini. []

Tinggalkan Komentar Anda