Opini

Berani Bicara Bahasa Prancis? Ini Kesalahan Klasik Para Pemula

Berani Bicara Bahasa Prancis? Ini Kesalahan Klasik Para Pemula

Indah Nevira Trisna

Oleh Indah Nevira Trisna, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Bahasa Prancis dikenal sebagai bahasa yang romantis, elegan, dan memiliki keunikan tersendiri. Terdapat beberapa tujuan ketika seseorang mempelajari bahasa Prancis di antaranya hanya sekadar mengisi waktu luang, kebutuhan akademik, ataupun tuntutan pekerjaan.

Empat kompetensi harus dikuasai oleh pemelajar bahasa Prancis yaitu kompetensi menulis (production ecrite), berbicara (production orale), menyimak (compréhension orale) dan membaca pemahaman (compréhension ecrite).

Kesalahan paling sering muncul dalam keterampilan menulis dan berbicara. Hal ini disebabkan karena kedua keterampilan tersebut menuntut pemelajar untuk secara aktif membentuk dan menyusun kalimat sendiri, baik secara tertulis maupun lisan. Mari kita kupas kesalahan yang bisa terjadi pada keterampilan berbicara.

Pertama, kesalahan pada pengucapan. Contohnya kalimat je suis étudiante, pengucapan yang sering terjadi pada verba “suis” biasanya banyak yang membaca sesuai dengan tulisannya yang dimana huruf “s” terakhir dibunyikan, seharusnya cukup sampai “sui” saja.

Tentunya Bahasa Prancis memiliki aturan-aturan baca yang butuh penyesuaian dengan bahasa ibu penutur. Seperti yang kita ketahui bersama pelafalan dan tulisan bahasa Prancis itu cukup jauh berbeda.

Kedua, kesalahan yang kedua yaitu kurangnya pemahaman tentang liaison. Secara sederhana liaison adalah aturan baca yang harus digabungkan sehingga huruf konsonan di akhir kata bisa dibunyikan. Contohnya Vous êtes → [vu‿z‿ɛt], huruf terakhir “s” otomatis akan berbunyi [z] setelah bertemu dengan kata berikutnya “ê”.

Ketiga, kesalahan pengucapan karena kurangnya pemahaman konjugasi pada tata bahasa, akan menimbulkan pelafalan yang salah. Misalnya pada kalimat je parle français. Pemelajar membaca kata kerja parle sesuai dengan tulisannya yang seharusnya bunyi vokal huruf “e” pada akhir kata tidak bunyikan.

Berikutnya, pemelajar melakukan penerjemahan langsung pada bahasa ibu. Pada kalimat je pas comprends, yang maknanya adalah saya tidak mengerti. Kalimat tersebut langsung diterjemahkan dari bahasa ibu, yang seharusnya pemelajar cukup mengucapkan je comprends sesuai dengan gramatikal bahasa Prancis.

Terakhir, kurangnya kosakata dan kepercayaan diri ketika berbicara. Ketika berbicara tidak hanya berkaitan dengan aturannya namun kita juga harus memiliki perbendaharaan kosakata yang mumpuni untuk menunjang performa kita sebagai pemelajar bahasa asing.

Tentunya kepercayaan diri akan otomatis berkurang ketika kita tidak banyak menguasai banyak aspek yang dibutuhkan dalam keterampilan berbicara. Dapat disimpulkan berdasarkan kesalahan-kesalahan yang biasanya sering terjadi pada keterampilan berbicara.

Jika pemelajar menguasai aturan baca, gramatikal yang baik, dan memiliki kosakata yang mumpuni, akan dapat menunjang keterampilan berbicara yang baik juga. Apakah Anda juga melakukan kesalahan yang sama ketika berbicara bahasa Prancis?

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda