Lampung Barat

Lansia Lampung Barat Diwisuda di Balikbukit, Semangat Belajar Tak Pandang Usia

Lansia Lampung Barat Diwisuda di Balikbukit, Semangat Belajar Tak Pandang Usia

Sekolah Lansia Salimah. Rita Aprilyawati (duduk tengah). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Balikbukit – Suasana haru mewarnai prosesi wisuda Sekolah Lansia Salimah yang digelar pada Sabtu, 10 Mei 2025, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikbukit, Lampung Barat.

Sebanyak 50 orang lanjut usia resmi diwisuda setelah mengikuti rangkaian program pendidikan non-formal yang diinisiasi oleh Persaudaraan Muslimah (Salimah).

Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan para lansia dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Sekaligus menjadi pengingat bahwa proses belajar tak pernah mengenal batas usia. Sekolah Lansia Salimah hadir sebagai ruang bagi lansia untuk terus produktif, bahagia, dan mandiri di usia senja.

Ketua PW Salimah Lampung, Rita Aprilyawati menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan bukti nyata dari komitmen Salimah dalam memberdayakan lansia agar tetap memiliki peran penting di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Program ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, para lansia tetap bisa belajar dan memberi kontribusi besar bagi lingkungannya,” ujarnya dalam sambutan.

Ketua PD Salimah Lampung Barat, Emilia Sari, turut mengapresiasi semangat para peserta yang telah menyelesaikan program. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadakan program serupa.

Kegiatan wisuda ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Kesehatan Lampung Barat, Erna Yanti; perwakilan Dinas PP, KB, dan PPA, Meriyana; serta Peratin Pekon Way Empulau Ulu.

Kehadiran para pemangku kebijakan ini memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang ramah lansia.

Selain sebagai ajang apresiasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong para lansia agar terus berkontribusi dalam kehidupan sosial.

Melalui pengalaman hidup yang mereka miliki, para lansia diharapkan dapat menjadi penggerak di masyarakat, baik melalui kegiatan sukarela, berbagi nilai kehidupan, maupun dukungan di dalam keluarga. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda