Lampung Barat

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Tinjau Penerapan Pupuk Hayati Cair Kebun Induk Hanakau Sukau Lambar

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Tinjau Penerapan Pupuk Hayati Cair Kebun Induk Hanakau Sukau Lambar

Rahmat Mirzani Djausal

Wartalampung.id, Sukau – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terus mendorong transformasi sektor perkebunan melalui penerapan teknologi ramah lingkungan.

Salah satunya dengan meninjau langsung penerapan pupuk hayati cair (PHC) di Kebun Induk Hanakau, Kecamatan Sukau, Lampung Barat, akhir pekan lalu.

Kebun Induk Hanakau merupakan pusat pengembangan benih kopi unggul Provinsi Lampung yang membudidayakan kopi robusta dan arabika. Di lokasi ini juga dilakukan penelitian serta pengembangan berbagai klon unggul untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi Lampung.

Dalam dialog bersama para petani, Gubernur Mirza memperkenalkan PHC, pupuk organik berbasis mikroorganisme lokal yang diproduksi dari bahan-bahan ramah lingkungan.

Penggunaan PHC terbukti mampu membuat tanaman tumbuh lebih sehat, daun lebih hijau, mempercepat pembungaan, memperbesar ukuran buah, meningkatkan kesuburan tanah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Hasil penerapan PHC di lahan percontohan sejak 2025 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bibit kopi yang umumnya mulai berproduksi setelah tiga tahun kini dapat berbuah pada usia 1,5 hingga 2 tahun.

“Buah kopi terlihat lebih besar, kualitasnya lebih baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal,” ujar Gubernur Mirza.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Gubernur Mirza juga menyerahkan sampel PHC untuk diuji coba di lahan masing-masing.

Pemprov Lampung berkomitmen menghadirkan inovasi yang murah, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas perkebunan, memperkuat daya saing kopi Lampung, serta mendorong kesejahteraan petani.

Dari Lampung Barat, untuk kopi Lampung yang semakin unggul dan mendunia. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda