Kacamata Adian

Gubernur Mirza dan Server Kami yang Jebol

Gubernur Mirza dan Server Kami yang Jebol

Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela

TADINYA saya ingin simpan tulisan ini dalam buku khusus kumpulan esai. Namun, kok rasanya sayang jika tidak dilepas malam ini.

Apalagi hari ini Lampung punya gubernur baru: Rahmat Mirzani Djausal. Mirza demikian ia biasa disapa juga alumnus SMAN 2 Bandar Lampung seperti saya.

Kami beda satu angkatan. Saya masuk tahun 1994 dan lulus tahun 1997, sedangkan Mirza, juga Wulan, istrinya, masuk tahun 1995 dan lulus tahun 1998.

Dengan Mirza saya sekadar tahu saja. Ketemu yang lumayan lama kisaran 2023 saat saya mengisi pelatihan pengelolaan media massa dan media sosial kader Gerindra se-Lampung di Hotel Grand Praba.

Mirza buka acara dan saya duduk selisih satu bangku dengannya. Usai dia buka acara saya mengajaknya berfoto. Saya tak berujar banyak.

Beberapa kali ia datang ke Universitas Teknokrat Indonesia dan memberikan ceramah, saya juga hadir dan meliput. Namun, tak kepikiran untuk mendekati dan ngobrol banyak.

Tapi nama Mirza ini jelas bikin server media massa daring yang kami kelola, wartalampung.id, jebol saat hari H pilkada Lampung, 27 November 2024.

Kenapa demikian?

Ringkas cerita begini. Sehari sebelum hari H pemilu, saya sudah wanti-wanti Ajay supaya bersiap menghadapi lonjakan pembaca. Ajay ini nama panggilan Ahmad Zaelani, rekan yang saban hari urus web yang kami kelola.

Ajay tinggal di Metro, masih bujang. Ajay mengiyakan.

Saat pemilihan, saya minta rekan kerja, Sugiono alias Nonot untuk liputan hitung cepat Rakata di Hotel Grand Mercure. Saya minta Tyas, eks anak magang dari UIN Raden Intan untuk membantu Nonot.

Siang jam satu berita hitung cepat sudah dikirim. Saya menyunting kemudian mengunggah di situs ini. Pembaca cepat naik. Saya waswas.

Web kami ini kecil, tak bisa dibandingkan dengan beberapa media massa daring yang besar.

Dengan hanya tiga orang yang mengelola saban hari, kami berjalan di trek sendiri. Tak berpikir mau bersaing dengan para raksasa.

Pembaca banyak saja sudah syukur. Saya berhitung, asal dapat seribuan IP address hari ini sudah lumayan. Musababnya, dalam sehari paling kencang yang baca web kami paling 500-an IP Address.

Empat berita yang nyaris semua soal pasangan Miza-Jihan dilahap pembaca. Di web kelihatan jumlah pembaca yang sedang online alias daring.

Saya degdegan juga.  Jumlahnya ratusan. Bahkan suatu saat saya melihat tembus seribuan dalam satuan waktu yang sama.

Benar rupanya. Berita pilkada kali ini spesial. Pembaca berita Mirza naik. Web lain saya pikir juga pasti lebih daripada kami.

Tapi server kami yang sebetulnya leluasa ini, akhirnya jebol juga. Istilahnya, rumah kecil tapi yang masuk ribuan, ya jelas jebol.

Sore hari, web kami tak bisa diakses. Saya sedih. Tyas kepada saya mengirim pesan.

”Kayak gini ini, mestinya kita sedih apa senang ya, Bang.”

Tyas bertanya retoris. Tentu senang karena pembaca melonjak.

Pilkada tahun 2020 lalu enggak begini-begini amat. Masih flat saja pembaca. Kali ini melonjak drastis.

Ajay lapor sudah komunikasi dengan pengelola server. Maklum, kami tak punya server mandiri. Masih bergantung pada usaha si empunya server yang gede.

Saya bilang sama Ajay, tolong benar dibenahi. Tambah bandwith enggak apa-apa.

Ajay kerja keras sembari kadang saya omeli. Dia diam saja.

Malam pembaca sudah bisa masuk. Tak lama server jebol lagi. Sudahlah. Takdir. Tawakal saja.

Saya bilang ke Ajay, tolong besok pagi sudah normal. Saya masih banyak stok tulisan. Malam itu saya lalui dengan tidur yang tak nyenyak.

Paginya server normal. Jumlah pembaca masih menunjukkan angka ratusan. Saya dkk semangat. Gas lagi. Oke gas, oke gas.

Begitulah ceritanya. Mirza bikin server kami jebol.

Saya menduga-duga, sebagian besar orang Lampung yang baca pilih Mirza dan Jihan di bilik suara.’

Hari ini Mirza dan Jihan dilantik. Saya sekadar uluk salam dari jauh dan mendoakan keduanya sukses.

Buat Kyay Mirza dan Jihan, selamat bertugas. Jangan kecewakan pemilih kalian, termasuk saya.

Ya iyalah, masak alumnus Smanda enggak nyoblos anak Smanda juga. Tabik.

Kebonjeruk, Kamis malam, 20 Februari 2025. [ADIAN SAPUTRA]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda