Bandar Lampung

Ratusan Ibu Hadiri Majelis Bahagia Yayasan Salam Cinta Indonesia, Agus Widodo Paparkan Prinsip Keajaiban Rezeki

Ratusan Ibu Hadiri Majelis Bahagia Yayasan Salam Cinta Indonesia, Agus Widodo Paparkan Prinsip Keajaiban Rezeki

Majelis Bahagia. AGus Widodo (depan kiri), Ade Utami Ibnu (depan paling kanan). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ratusan ibu menghadiri Majelis Bahagia yang digagas Yayasan Salam Cinta Indonesia di Masjid Al Mabrur, Way Lunik, Panjang, Ahad, 9/2/2025.

Agus Widodo, Ketua Yayasan Salam Cinta Indonesia, mengatakan, biasanya usai acara peserta mendapat sayuran sop.

Kali ini, usai acara, peserta mendapatkan terung dan tempe.

Agus Widodo bilang, prinsip-prinsip menghadirkan keajaiban rezeki dalam kehidupan dimulai dari bersyukur, kekuatan mimpi, prinsip Safa dan Marwa, tongkat Nabi Musa, kisah Nabi Yunus ditelan paus, dan perisai langit.

Agus menuturkan, saat ujian datang, yang harus kita lakukan adalah terus bergerak sebagaimana Siti Hajar yang terus mencari sumber makanan dari Safa ke Marwa.

Ia mengajak jamaah untuk belajar dari Nabi Musa ketika dikejar Fir’aun dengan penuh pengharapan Allah yang akan memberi solusi.

Musa kemudian tawakal maksimal dan yakin bahwa solusi itu dekat. Ia tak lupa berbuat baik bagi orang lain dengan jalan membantu orang lain, memperbanyak sedekah, berbagi kebaikan, tidak putus asa, istikamah, bertobat sebagaimana Nabi Yunus ketika ditelan paus, menjauhi maksiat, dan memperbanyak istigfar.

”Insya Allah pertolongan Allah akan datang,” kata anggota DPRD Bandar Lampung ini.

Sementara itu, Tugiani, pengurus Yayasan Salam Cinta Indonesia, mengatakan, Majelis Bahagia ini menjadi kegiatan rutin yayasan dalam rangka menguatkan nilai-nilai spritualitas dan keimanan anggota.

Rutinitas lainnya tentu saja pembinaan dan pemberdayaan ekonomi yang diadakan setiap bulan di Kecamatan Panjang, Bumiwaras, dan Kedamaian.

Majelis Bahagia ini juga dihadiri oleh Ade Utami Ibnu, Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung.

Ade menyampaikan pentingnya energi tawakal dalam kehidupan setelah usaha dan ikhtiar maksimal. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda