Bisnis

Ayam Sawang Kuliner Kreasi Mahasiswi Bahasa Prancis Unila, Unik Bikin Nagih

Ayam Sawang Kuliner Kreasi Mahasiswi Bahasa Prancis Unila, Unik Bikin Nagih

Ayam sawang

Ayam sawang

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Di tengah kesibukan sebagai seorang mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung (Unila), Sabiluna Khoirunnisa atau yang akrab disapa Luna, berhasil menemukan celah untuk memulai bisnis kuliner.

Melalui inovasi sederhana dan dukungan media sosial, Luna memperkenalkan ayam aawang, menu olahan ayam dengan citarasa unik yang kini tengah digemari berbagai kalangan.

“Ayam sawang itu ayam dengan bumbu yang manis dan gurih, dipadukan dengan sambal bawang yang pedas dan bikin nagih banget,” kata Luna baru-baru ini.

Ide usaha ini awalnya muncul secara spontan.

Luna berniat memposting menu dan foto salah satu menu dari ayam sawang melalui Insta-Story @ayamsawang.lpg dan WhatsApp Story.

Tak disangka, banyak teman dan kenalannya yang menunjukkan minat hingga mendorong Luna untuk semakin mengembangkan usahanya.

Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp32.000 per porsi, menjadikan ayam sawang diminati karena harganya yang ramah di kantong mahasiswa hingga pekerja kantoran.

Porsi yang diberikan pun sangatlah memuaskan. Satu porsi paket ayam sawang berisi nasi, ayam karamel serta lalapannya yang segar.

Berbeda dengan banyak bisnis makanan yang mengandalkan sistem pre-order, ayam sawang menawarkan pesanan harian dengan stok terbatas, memastikan setiap porsi yang diterima pelanggan selalu segar.

Tidak hanya melalui Instagram, kini warga Bandar Lampung bisa dengan mudah memesan ayam sawang melalui aplikasi GoFood.

Ayam sawang tersedia hampir setiap hari, kecuali Sabtu, Minggu, atau hari tertentu yang akan dipakai Luna untuk beristirahat.

“Kalau ready, kami selalu update di Instagram story Ayam Sawang,” kata Luna.

Sejak pertama kali diperkenalkan, ayam sawang mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan.

“Sejauh ini, antusiasme konsumen sangat baik. Peminatnya mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, bahkan hingga owner perusahaan. Untuk usia konsumen sendiri kami tidak mematok karena menu kami bisa dinikmati oleh siapa saja mulai dari remaja hingga orang tua yang menyukai citarasa ayam kami,” cerita Luna.

Promosi untuk ayam sawang sebagian besar dilakukan melalui media sosial dan jaringan pertemanan.

Luna mengandalkan strategi sederhana namun efektif yaitu pelanggan yang puas akan merekomendasikan produknya kepada teman-teman mereka atau kerabat mereka

“Orang yang beli biasanya mempromosikan sendiri atau kembali memesan, jadi jangkauan promosi kami makin luas,” tambahnya.

Meski bisnisnya baru seumur jagung, Luna memiliki impian besar untuk ayam sawang.

“Saya berharap usaha ini bisa dikenal lebih banyak orang. Ke depannya, saya ingin menciptakan menu-menu baru yang enak dan disukai oleh konsumen,” ujarnya penuh semangat.

Ayam sawang bukan sekadar usaha kuliner, melainkan gambaran semangat anak muda yang mampu memanfaatkan kreativitas dan teknologi untuk berkarya dan menciptakan lapangan pekerjaan yang menguntungkan.

Luna menunjukkan bahwa dengan langkah kecil, tekad kuat, dan dukungan dari orang sekitar, siapa pun bisa meraih kesuksesan. [Inara Aliyah Yuhendra]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda