Riyantiarni

Oleh Riyantiarni, Guru Bahasa Prancis SMAN 6 Yogyakarta
Zaman terus berkembang, tentu saja seiring dengan perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, tidak terkecuali, dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan saat ini mengalami transformasi pembelajaran melalu integrasi teknologi.
Di era globalisasi dan serbadigital saat ini, pembelajaran dituntut mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar murid yang semakin hari semakin berkembang dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.
Guru harus mampu beradaptasi dan melakukan inovasi demi terciptanya pembelajaran yang efektif dan adaptif. Penerapan media berbasis teknologi menjadi penting, karena teknologi adalah bagian dari keseharian murid pada era ini.
Banyak media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat dikembangkan oleh guru. Salah satu media berbasis teknologi yang dapat dikembangkan oleh guru yaitu Multimedia Pembelajaran Interaktif atau yang lazim disebut MPI.
MPI hadir sebagai media pembelajaran yang menjadi inovasi dan variasi dari media pembelajaran yang ada sebelumnya. MPI dapat dikembangkan sendiri oleh guru dengan cara-cara yang dapat dipelajari melalui platform-platform pengembangan media pembelajaran yang tersedia di internet.
Multimedia Pembelajaran Interaktif merupakan program pembelajaran mencakup berbagai sumber yang terintegrasi dan menggabungkan banyak unsur dilengkapi dengan alat pengontrol untuk memfasilitasi pengguna atau murid mengontrol pola belajarnya sendiri. Gabungan unsur-unsur tersebut dapat berupa teks, grafik, video, animasi, suara, dan interaktivitas.
Ada beberapa anggapan miskonsepsi yang menyatakan bahwa MPI adalah hal yang sama dengan landing page atau edugame. Laman labuh (landing page) adalah halaman situs mandiri yang digunakan untuk fungsi tertentu ditandai dengan adanya satu atau dua tombol Call To Action (CTA) atau ajakan bertindak.
Sedangkan edugame merupakan aplikasi permainan yang dirancang khusus untuk kegiatan edukasi dalam mendukung proses pembelajaran. Hal ini berbeda dengan MPI yang dalam penerapannya memiliki beberapa tujuan agar murid dapat bereksplorasi.
Tujuan dari pengembangan MPI adalah memfasilitasi pembelajaran agar lebih dinamis, di mana siswa tidak hanya menjadi penerima informasi secara pasif, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan materi pembelajaran melalui berbagai media.
Sebelum mengembangkan MPI, ada beberapa komponen yang harus terpenuhi agar MPI dapat bermanfaat dengan baik. Komponen-komponen MPI adalah judul, sasaran, tujuan pembelajaran, uraian materi, latihan soal/tes, referensi, dan nama pengembang.
Untuk membuat MPI menjadi media yang interaktif, dibutuhkan media-media pendukung yaitu ilutrasi (grafik, diagram, foto, tabel, animasi, foto digital), video, dan audio. Ada beberapa platform aplikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan MPI.
Beberapa platform dan aplikasi yang dapat digunakan guru untuk mengembangkan MPI antara lain genially, articulate strotyline, lumi education, dan canva. Platform-platform tersebut merupakan situs yang relatif mudah diakses.
MPI Bahasa Prancis yang dikembangkan sebagai media belajar mandiri di SMAN 6 Yogyakarta dibuat dengan platform genially. Media tersebut diterapkan di kelas XI Fase F di mana pembelajar pada fase tersebut merupakan pembelajar pada level pemula.
Guru menerapkan penggunaan media tersebut sebagai media belajar mandiri yang di dalamnya banyak terdapat sumber literasi yang terkait materi. MPI yang dikembangkan terkait dengan materi se présenter (memperkenalkan diri sendiri) dan diberi judul RICIS (Kenal Diri dalam Bahasa Prancis).
Dalam MPI tersebut, terdapat beberapa menu yang dapat diakses pengguna pada halaman muka yaitu pendahuluan, petunjuk penggunaan, tujuan pembelajaran, profil pengembang, uraian materi (yang dilengkapi audio), video pembelajaran, latihan soal, dan sumber referensi.
Pada menu tersebut, pengguna dapat mengeksplorasi konten yang ada di dalamnya secara mandiri dan kembali ke menu awal dengan menyentuh tombol-tombol (ikon-ikon) yang tersedia.
Dalam penerapannya, MPI Bahasa Prancis yang dikembangkan dapat diakses dengan mudah oleh murid. Sebelum murid benar-benar menggunakan MPI tersebut secara mandiri, guru melakukan pendampingan dan memberi pengarahan bagaimana mengoperasikan MPI tersebut.
Setelah itu, murid dapat mengakses media tersebut kapan saja, dimana saja, dengan dukungan akses internet melalui sinyal wifi ataupun kuota internet dari ponsel murid. Murid tidak harus mengunduh aplikasi khusus untuk dapat menjalankan MPI ini, karena MPI yang dikembangkan merupakan MPI berbasis web.
Murid bereaksi positif saat dikenalkan dengan media ini, menyambut dengan antusias dan termotivasi untuk menggunakannya. Hal ini dapat diketahui dari observasi guru saat mengenalkan MPI ini kepada murid.
MPI yang digunakan pada proses belajar mandiri digunakan oleh 35 murid di kelas XI fase F. Murid mengakses MPI tersebut, lalu mencoba semua menu yang ada di dalamnya. Pada bagian uraian materi, selain berupa materi tertulis dan gambar-gambar, guru melengkapi dengan rekaman suara guru yang membacakan teks yang disajikan agar murid dapat mengambangkan keterampilan menyimaknya.
Selain itu, guru juga menautkan video pembelajaran yang dikembangkan sendiri dalam platform YouTube ke dalam menu materi. Lebih lanjut, setelah memahami materi-materi yang terdapat dalam media, murid dapat mengerjakan latihan soal yang disajikan. Saat mengerjakan latihan soal, tedapat umpan balik apakah murid menjawab pertanyaan dengan betul atau salah.
Setelah guru menerapkan MPI kepada murid, guru melakukan refleksi dan meminta umpan balik dari murid. Dari refleksi dan umpan balik tersebut diketahui sebanyak 20% murid menyatakan MPI tersebut sangat mendukung murid dalam belajar mandiri, 34,3% murid menyatakan media ini mendukung murid dalam belajar mandiri, dan sebanyak 45,7% menyatakan MPI bahasa Prancis ini cukup mendukung dalam proses belajar mandiri.
Lebih lanjut, murid menyatakan bagian mana yang paling menjadi daya tarik dalam MPI ini. Diketahui, sebanyak 51,4% murid menyatakan bahwa video merupakan hal yang paling menarik, sebanyak 42,9% menganggap latihan soal adalah bagian yang paling menarik, 28,6% murid menyatakan video adalah bagian paling menarik, dan sebanyak 17,1% berpendapat bahwa tampilan MPI (warna, bentuk, gambar) merupakan bagian paling menarik.
Dari umpan balik yang diberikan oleh murid juga diketahui bahwa menganggap MPI yang dikembangkan oleh guru merupakan media yang menarik, inovatif, dan efektif. Terlebih lagi, sifat MPI yang interaktif sanngat sesuai dengan pengguna/murid yang sangat akrab dengan teknologi.
Lebih lanjut, beberapa murid memberi saran agar guru dapat mengembangkan media serupa untuk materi lain dan melakukan perbaikan tampilan visual agar lebih menarik lagi. Umpan balik ini dapat menjadi refleksi dan bahan perbaikan untuk pengembangan media-media selanjutnya.
Dalam pengembangannya, penerapan MPI juga menghadapi beberapa tantangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi, kemampuan guru dalam mengoperasikan aplikasi-aplikasi, serta perlunya waktu tambahan untuk mempersiapkan konten multimedia yang berkualitas.
Namun, hal itu dapat diatasi dengan kolaborasi dengan rekan sejawat dan membaca banyak sumber literasi. Dengan pendekatan yang tepat, MPI dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, memudahkan pemahaman konsep, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Bagi para guru, penting untuk terus beradaptasi dengan teknologi agar dapat memanfaatkan MPI secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran. []

Tinggalkan Komentar Anda