Malam puncak Festren ke-8 Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ma’had al-Jamiah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar malam budaya Festival Pesantren (Festren) ke-8 di halaman ma’had setenmpat tadi malam.
Malam puncak tadi malam dihadiri Wakil Rektor (Warek) I Alamsyah, Mudir Ma’had al-Jamiah Muhammad Nur, civitas akademika UIN Raden Intan Lampung, dan 570 peserta.
Dengan mengangkat tema “Integrasi Nilai Keislaman dalam Akulturasi Kebudayaan,” malam puncak Festren ke-8 ini berlangsung dengan meriah.
Dibuka dengan menampilkan tari wonderland dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dengan diterjemahkan menggunakan bahasa isyarat, kemudian dilanjutkan dengan tarian-tarian legenda cerita rakyat lainnya. Seperti legenda Sangkuriang.
Febrian Perdana, mahasantri dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang menjadi pemeran Sangkuriang mengatakan alasan menampilkan tarian ini.
“Tarian Sangkuriang ini kami tampilkan karena memang jarang ada yang menampilkan. Untuk memeriahkan dan menarik penonton, kami hadirkan tarian ini,” jelasnya.
Ia mengatakan, dirinya dan tim berlatih selama satu bulan lebih lamanya.
Febri juga merasa bangga dapat menampilkan tarian ini dan menjadi pengalaman baru bagi dirinya.
Anisa Nur Fadilah, mahasantri dari Prodi Hukum Tata Negara (HTN) yang menarikan kreasi mengatakan, ia bersama tim gren closing merias wajah mereka sendiri dengan apiknya untuk menampilkan tarian ini
“Untuk kostum kami disewakan, tapi makeup kami sendiri-sendiri. Tiap-tiap tim yang menari di penutupan ini merias dirinya sendiri,” ujarnya.
Mereka juga berharap agar Festren ini dapat menjadi wadah yang bermanfaat untuk para peserta dan ke depannya dapat diadakan lagi. [Bhazair Ayuningtyas]

Tinggalkan Komentar Anda