Komoditas beras di pasar di Bandar Lampung. | Bhazair Ayuningtyas

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Harga beras di Bandar Lampung mengalami kenaikan 15% dari harga biasanya di bulan September. Hal ini dipicu akibat musim kemarau berkepanjangan.
Di Pasar Perumnas Way Halim dan Pasar Tempel Telukbetung Utara, harga beras mengalami kenaikan. Sebelumnya harga beras per 1 kilogram dijual dengan harga normal Rp13.000, di bulan September ini menyentuh harga Rp15.000–Rp17.000.
Apriyadi, salah satu penjual beras berusia 38 tahun dari Pasar Tempel Telukbetung Utara mengatakan, kenaikan beras memang sering terjadi apabila musim paceklik tiba.
“Kalau untuk kenaikan beras hal yang wajar, apalagi ketika memasuki musim paceklik,” ujarnya kepada wartalampung, Kamis, 26/09/24
Ia juga mengatakan bahwa harga beras dinaikkan untuk saling menguntungkan, baik petani maupun penjual.
Apriyadi juga tidak memusingkan kenaikan harga beras ini sebab masih di batas normal.
Selanjutnya, Ino, pedagang beras berusia 45 tahun dari Pasar Perumnas Way Halim, menuturkan, ia juga menaikkan harga beras untuk konsumen.
“Karena musim paceklik memang, saya jual harga beras dengan kenaikan 200–300 rupiah saja. Kebetulan pasar juga memang lagi sepi, jadi yang membeli beras juga tidak sebanyak bulan-bulan sebelumnya,” ujarnya kemarin.
Ino berharap agar harga beras kembali di harga stabil agar tidak memberatkan masyarakat. [Bhazair Ayuningtyas]

Tinggalkan Komentar Anda