Maulid Nabi inisiasi Salimah dan PKK Pagelaran, Pringsewu. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pagelaran – Pimpinan Cabang Salimah Pagelaran dan PKK Pekon Pagelaran Kabupaten Pringsewu memperingati Maulid Nabi Muhammad saw bersama lansia, Ahad lalu, 22/9/2024.
Peringatan diadakan di Masjid Jamik Al Ikhlas Pagelaran. Peringatan dihadiri Ketua PC Salimah Suyati dan Ketua Tim Penggerak PKK Pekon Pagelaran Endar Apriyani.
Suyati menyampaikan, peringatan maulid itu menunjukkan bahwa umat Islam menyambut gembira atas lahirnya Nabi Muhammad saw. Ia mengajak lansia meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Endar Apriyani mengajak lansia untuk tetap menjaga kesehatan dan mengisi waktu dengan ibadah dan beraktivitas yang produktif sesuai dengan kemampuan.
Penceramah dalan pengajian tersebut adalah Ustaz Jumadi. Penyandang gelar Lc ini mengawali ceramahnya dengan mengajak anggota majelis taklim untuk selalu berselawat kepada Nabi Muhammad saw.
Ini adalah salah satu bukti bahwa kita mencintai Rasulullah. Jauh sebelumnya, Rasulullah justru telah menunjukkan kecintaannya kepada kita.
Terbukti, pertama, saat Nabi diperjalankan ke langit dan diperlihatkan surga dan neraka, Nabi kembali ke dunia untuk mengemban tugas kenabian.
Kedua, saat sakaratul maut, yang Nabi bayangkan adalah rasa sakit yang akan dirasakan umatnya.
Ketiga, ketika Nabi akan dicabut nyawanya, yang terucap adalah “ummati-ummati” yang menunjukkan betapa Nabi seolah tak mau berpisah dengan umatnya.
Ustaz yang memimpin Pondok Pesantren El Kamil Lampung itu menguraikan syarat apa saja yang bisa membuat wanita masuk surga. Di antaranya adalah mengerjakan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suami.
Selain itu, ustaz yang juga penghafal Alquran itu memaparkan bagaimana pentingnya peran wanita dalam membangun keluarga, mendidik anak, dan mencetak generasi yang berakhlak mulia seperti Rasullullah.
Tak lupa pula wanita sebagai ibu selalu memperbaiki diri menjadi wanita yang baik sehingga akan memberikan pendidikan yang baik pula pada anak-anaknya.
“Maka akan baik pula negara ini,” pungkasnya.
Pengajian diakhiri dengan memberikan penghargaan dan cenderamata kepada lansia yang paling tua usianya, aktif memberikan tanggapan, dan lansia yang paling jauh rumahnya. []

Tinggalkan Komentar Anda