Penglepasan mahasiswa program MBKM. | Sendy Fi Ilan Syah

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) menggelar penglepasan bagi 833 mahasiswa yang akan mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) periode ganjil 2024/2025, Senin, 23 September 2024.
Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung ini dihadiri oleh para mahasiswa, dosen pembimbing, kepala program studi serta jajaran pimpinan universitas.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, memberikan nasihat dan motivasi kepada para mahasiswa. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan meningkatkan keterampilan dan membangun jaringan yang akan berguna di masa yang akan datang,” ujar Rektor.
Salah sreorang mahasiswa yang mengikuti program MBKM adalah Selpiana Masirischa, mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis semester 7.
Ia mengatakan, memilih program magang dan studi independen bersertifikat (MSIB) sebagai jalan untuk mengasah keterampilan dan memperkaya pengalamannya di dunia kerja.
Ia berharap bisa mendapatkan pengalaman baru, menambah relasi, dan bisa mengerti bagaimana tantangan di dunia kerja.
Soal persiapan, Selpiana menegaskan pentingnya kesiapan mental untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Yang utama tentu mental. Saya akan bertemu dengan orang-orang, lingkungan, dan peraturan baru. Saya juga banyak mencari informasi tentang perusahaan tempat magang agar bisa bertahan dan beradaptasi dengan baik,” tambahnya.
Selpiana memberikan masukan kepada pihak universitas terkait penyebaran informasi seputar MBKM.
Menurutnya, masih ada ruang untuk perbaikan dalam hal sosialisasi program ini agar semakin banyak mahasiswa yang bisa terlibat.
Ia berharap universitas bisa lebih baik dalam menyebarkan informasi agar tidak tertinggal. Selain itu, fasilitas informasi bisa lebih satu pintu agar tidak simpang siur.
Selpiana berharap, Unila lebih mendukung mahasiswa yang ingin melakukan MBKM dengan sosialisasi yang lebih intensif di setiap program studi.
“Melalui MBKM, kami mendapatkan pengalaman nyata tentang dunia kerja yang tidak bisa didapatkan hanya dari perkuliahan,” pungkasnya. [Sendy Fi Ilan Syah]

Tinggalkan Komentar Anda