Berita Foto Opini

Opini: Belajar Bahasa Prancis melalui Idiom?

Opini: Belajar Bahasa Prancis melalui Idiom?

Setia Rini. | Dokumentasi

Setia Rini. | Dokumentasi

Oleh Setia Rini, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung

Mempelajari bahasa baru adalah hal yang sangat menyenangkan, apalagi bahasa asing. Ada banyak sekali keunikan setiap bahasa yang dipelajari, di mana keunikan itu bisa saja dalam bentuk persamaan atau perbedaan dengan bahasa yang sudah dikuasai sebelumnya.

Meskipun bahasa memiliki kesamaan, pasti ada keunikan yang dimiliki. Apalagi jika memang bahasa-bahasa itu memiliki perbedaan, sudah dapat dipastikan ada banyak sekali keunikan yang dapat ditemukan.

Apa si yang dimaksud dengan keunikan dalam hal ini? Sebuah keunikan yang menjadi ciri khas, karakter, pembeda atau bahkan khusus yang tidak dimiliki oleh bahasa yang lain.

Keunikan bahasa yang satu dengan bahasa yang lain itu bisa dalam bentuk tulisan, pengucapan, kosakata, tata bahasa, dan lain sebagainya.

Adapun keunikan yang dibahas pada konteks ini adalah keunikan bahasa Prancis dan Indonesia pada konteks kosakata yang terbentuk menjadi sebuah istilah atau yang biasa disebut dengan idiom.

Dalam bahasa Prancis, idiom juga dikenal dengan idiom namun dengan tulisan sedikit berbeda yaitu idiome (n.m). Menurut KBBI daring (2016), idiom merupakan konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya, misalnya, kambing hitam.

Istilah kambing hitam hitam berarti orang yang dituduh melakukan sesuatu. Nah, apakah idiom ini juga ada di dalam bahasa Prancis?

Jika ada, apakah idiom-idiom dalam bahasa Indonesia juga ada dalam bahasa Prancis? Apakah idiom kambing hitam juga dikenal oleh orang Prancis?

Ternyata ada idiom yang mirip dengan makna tersebut dalam bahasa Prancis yaitu bouc émissaire. Padahal kambing hitam dengan makna sebenarnya dalam bahasa Prancis biasanya dikenal dengan adalah chèvre noir. Kambing = chèvre dan hitam = noir.

Namun, untuk menyatakan istilah kambing hitam yang bermakna konotatif adalah dengan menggunakan idiom bouc émissaire. Bouc (n.m) = kambing jantan dan émissaire (n.m) = utusan.

Ternyata menarik sekali ya belajar bahasa asing melalui idiom. Selain menarik, cara ini merupakan cara yang sangat komprehensif untuk mempelajari sebuah bahasa dari berbagai aspeknya. Ternyata tidak hanya kosakata yang dipelajari, tetapi juga tata bahasanya, termasuk makna (semantik).

Buktinya saja contoh idiom kambing hitam dalam bahasa Indonesia merupakan susunan dari kata benda dan kata sifat, namun pada idiom bahasa Prancis menjadi kata benda dan kata benda.

Mengingat tata bahasa Prancis yang mana memiliki jenis kata benda maskulin dan feminin, menjadi hal yang sangat penting ketika belajar bahasa Prancis untuk mengetahui kelas kata tersebut dan jenisnya.

Hal ini dikarenakan, jika kita tidak teliti pada jenis maskulin atau feminin sebuah benda, dapat mengubah makna.

Misalnya saja le voile (n.m) yang artinya kerudung, sedangkan la voile (n.f) bermakna kain yang digunakan pada kapal pelayaran atau tirai penutup jendela.

Oleh karena itu, sangat menarik sekali untuk kita belajar bahasa Prancis ini dengan mempelajari idiom-idiom tersebut. Apalagi di zaman serbadigital ini, dengan sangat mudah kita dapat mengakses internet 1 x 24 jam tanpa ada batasan ruang dan waktu.

Artinya, menggunakan internet dengan bijak tentu saja akan sangat memudahkan kita untuk dapat menguasai bahasa Prancis dengan lebih cepat.

Selain melalui aplikasi, medsos, video dan lagu, juga berbagai situs-situs bahasa Prancis, ternyata belajar bahasa Prancis juga bisa dilakukan melalui idiom ya.

Saatnya sekarang cari dan temukan idiom sebanyak-banyaknya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Prancis. Maka akan kita temukan banyak sekali keunikan bahasa Prancis baik dari kosakata, tata bahasa, maupun budaya. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda