Berita Foto Ruwajurai Lampung Selatan

Salimah Lampung Selatan Peringati Hari Keluarga Nasional, 2 Narasumber Dihadirkan

Salimah Lampung Selatan Peringati Hari Keluarga Nasional, 2 Narasumber Dihadirkan

Seminar parenting memaknai Harganas oleh Salimah Lamsel. | Dokumentasi

Seminar parenting memaknai Harganas oleh Salimah Lamsel. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kalianda – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) tanggal 29 Juni 2024, Salimah Lampung Selatan sukses mengadakan kegiatan seminar parenting yang bertema “Peran Keluarga Menuju Generasi Emas 2045”, Sabtu lalu, 29/6/2024 di Aula Dinas Kesehatan Lampung Selatan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Departemen Diklat ini bertujuan untuk memperingati hari keluarga nasional juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh organisasi wanita yang ada di Lampung Selatan.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta antara lain Rita Aprilyawati (Ketua PW Salimah Lampung) beserta pengurus, Rosidah (Ketua PD Salimah Lampung Selatan), PC Salimah Kalianda, PC Salimah Penengahan, PC Salimah Rajabasa, PC Salimah Natar, Pengurus Salimah Sidomulyo, PC Salimah Tanjung Sari, PC Salimah Merbau mataram, PC Salimah Tanjung Bintang, PRa Salimah se- Lampung Selatan, perwakilan TP PKK Lampung Selatan, Sukatmini, dan Nirva Diana selaku narasumber serta ketua-ketua organisasi wanita.

Acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan kalam ilahi yang dilanjutkan dengan laporan kegiatan Ketua PD Salimah Lampung Selatan.

Rosidah dalam laporannya menyampaikan, ia sangat mengapresiasi undangan yang datang. Ia juga menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu program turunan dari pusat dalam rangka memperingati Harganas.

Dana yang digunakan untuk kegiatan ini bersumber dari hibah Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Acara dibuka Ketua PW Salimah Lampung Rita Aprilyawati. Rita menyampaikan apresiasi kepada Pengurus PD Salimah Lampung dan kepada seluruh undangan.

Ia menyampaikan, Kabupaten Lampung Selatan pada peringatan tahun ini mendapatkan 2 penghargaan dari presiden yaitu penghargaan sebagai kabupaten yang terinovatif dan kabupaten tercepat dalam penurunan stunting.

Narasumber pertama Sukatmini selaku konselor Yayasan Sahabat Keluarga Berjaya Lampung. Ia menyampaikan materi yang bertema “Pentingnya pendampingan orang tua terhadap gen Z”.

Kata dia, anak adalah aset dunia-akhirat bagi orang tuanya. Oleh karena itu, wajib bagi orang tua untuk membimbing dan mendampingi anak-anak dalam tumbuh kembangnya.

Dalam era saat ini anak- anak harus mampu bersaing di zamannya, maka harus terlatih dan terbangun kesadarannya untuk tumbuh dan berkembang.

Tugas orang tua, kata dia, adalah memenuhi hak anak, mengawal, membimbing dalam rangka mengembangkan potensi anak sehingga membentuk individu yang tangguh dan berdaya guna yakni menjadi pemuda.

Orang tua juga bertanggung jawab untuk menyelaraskan akil dan balig anak.

“Saat ini banyak anak-anak yang masih kecil tapi sudah balighdan belum akil,” katanya.

“Jadi tugas orang tua sekarang adalah percepat akil dengan cara dididik secara islami dan berani bertanggung jawab atas perbuatannya dan perlambat balig dengan cara memberikan nutrisi dan gizi yang seimbang dan tidak berlebihan,” pungkasnya.

Narasumber kedua, Nirva Diana, Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Lampung. Ia menyampaikan materi tentang “Mencapai generasi emas Indonesia 2045 melalui relasi gender yang harmonis dan berkeadilan”.

Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa kita harus memahami gender dalam konteks sosial dan budaya.

Seringkali gender disamakan dengan jenis kelamin, padahal sebenarnya gender adalah konstruksi sosial yang berkembang dalam masyarakat.

Misalnya kalau dulu laki- laki yang menjabat sebagai kepala daerah, sekarang perempuan juga bisa menjabat sebagai kepala daerah, kepala dinas dan sebagainya.

Perbedaan dengan jenis kelamin, jenis kelamin merujuk kepada kondisi fisik, sementara gender berkaitan dengan peran, atribut dan perilaku.

Jenis kelamin berkaitan dengan kodrat seseorang. Misalnya, perempuan bisa haid, hamil, melahirkan dan menyusui, tetapi kaum laki- laki tidak bisa melakukan itu.

Oleh karena itu, kata dia, pentingnya pemahaman tersebut agar generasi kita selanjutnya dapat melakukan peran sesuai dengan kodrat dan gendernya, sehingga bisa terhindar dari penyimpangan seksual yang saat ini sedang marak seperti LGBT.

Pendampingan orang tua juga sangat penting dalam mendampingi anak -anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Pembangunan dan upaya yang berkelanjutan perlu di lakukan agar tercapai gender yang harmonis dan berkeadilan, antara lain pentingnya melakukan edukasi dan sosialisasi untuk mengubah pola pikir dan perilaku terkait gender dan upaya perlindungan yang kuat terhadap perempuan dan anak untuk mengurangi kekerasan dan diskriminasi, sehingga bisa tercapai generasi emas yang cerdas, inovatif dan kreatif. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda