Seorang pelanggan @de.cirenggg. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sejak pandemi menyerang Tanah Air, termasuk Bandar Lampung, Lia putar otak. Selepas kerja di sebuah koperasi di Bandar Lampung, ia memutuskan membuat dan menjual cireng, makanan dengan bahan utama terigu dan sedikit sagu.
Lia memang punya kebisaan membuat makanan kecil itu. Ia juga menyukai makanan yang pedas. Maka itu, ketika tak ada kerjaan yang bisa membuatnya keluar rumah, ia memilih membuat cireng. Nama merek yang ia usung @de.cirenggg.
Lia bersyukur, meski membuat berdasar pesanan via media sosial dan WhatsApp, pesanan lumayan lancar. Setiap hari tak kurang 100 buah ia bikin dan jual. Ia mengepaknya lima buah per bungkus. Sebungkus itu ia jual Rp10 ribu.
Kebanyakan yang Lia buat berisi daging ayam, ati, dan lainnya. Rata-rata pemesan menyukai makanan yang ia buat, Dari situ ia mendapat beberapa pelanggan. Beberapa di antaranya bahkan beberapa hari sekali pesan. Enak, begitu rata-rata kesan mereka yang bisa dilihat di akun Instagram yang Lia bikin itu.
Tapi, jika ada yang ingin memesan dengan isi yang lain, ia juga menyanggupi. Yang penting memberi tahu sehari sebelumnya. Rata-rata pemesan bahkan bisa memesan sampai 50 buah setiap kali order.
Dari situ, kini Lia sudah mendapat untung yang lumayan. Sebagian ia tabung, sebagian ia ia putar untuk modal usaha.
Akun Instagramnya memang belum banyak yang mem-follow. Tapi, setiap hari ada saja yang memesan. Sejauh ini ia bisa mengatasinya sendiri. Entah nanti jika pesanan sudah membeludak.
“Mungkin aku minta bantu saudara. Tapi kontrol penuh ada di aku. Supaya citarasanya enggak mengecewakan pelanggan,” kata dia.
Lia ingin membesarkan usahanya. Ia ingin membuka outlet di tempat yang strategis. Namun, sebelum ke sana, ia ingin mematangkan dulu rencana ini sekaligus meluaskan pangsa pasar pelanggannya.
Sejauh ini Lia pernah membuat seratusan buah dalam sehari untuk pertemuan sebuah kantor. Kalau sedang marak arisan, Lia jugaketiban untung lumayan.
“Kebanyakan memang untuk snack arisan. Juga untuk rapat di kantor. Asal kasih tahu malamnya aja, aku masih bisa bikin,” kata dia.
Lia mengaku mendapat keterampilan dari ibunya yang suka memasak. Dari situ ia melihat cara ibunya membikin masakan dan makanan lainnya. Dan Lia memilih cireng untuk sementara ini sebagai produk utama.
“Kalau cireng ini aku sendiri yang bikin,” ujarnya.
Sukses selalu ya Lia untuk cirengnya. []
