Hasbullah

Oleh Hasbullah (Dosen Universitas Muhammadiyah Pringsewu)
Sebagaimana hadits Rasulullah, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).
Hadis ini menjelaskan tentang sunah menjalankan puasa di bulan Syawal. Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, dan pahala puasanya sama dengan pahala puasa sebulan atau sepenuhnya.
Puasa yang di kerjakan pada bulan Syawal kecuali pada tanggal 1 Syawal, sebagaiman hadis Rasulullah, “Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan.” (HR Ibnu Majah).
Puasa Syawal, yang tunaikan setelah selesai bulan Ramadan, memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk memperoleh pahala tambahan serta kesempurnaan spiritual.
Dalam enam hari puasa Syawal, terdapat peluang besar untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mencapai puncak keberkahan.
Setidakanya ada enam nilai yang dapat diambil dari pelaksanaan puasa sunnah bulan Syawal.
Enam hari puasa Syawal juga menunjukkan akan komitmen orang beriman untuk bener-benar menjadi orang yang bertaqwa sebagaiman tujuand dari puasa Ramadan.
Pertama, Kesadaran Spiritual
Puasa Syawal telah menghadirkan kesadaran spritual yang mendalam bagi yang menunaikan. Hal ini dapat dimulai dari penguatan niat suci dalam menunaikan ibadah puasa Syawal.
Kesadaran spritual lainya yaitu terlihat dari kuatnya keikhlasan dan kepatuhan terhadap perintah dari Allah swt melalui sunah Nabi Muhammad saw.
Pada bulan Syawal, kesadaran Spiritual juga dapat dirasakan dengan dekat dan kuatnya ikatan batin dengan Sang Maha Pencipta yang menghadirkan kehidupan yang dihiasi dengan zikir dan doa.
Kedua, Pembiasaan dan Keteguhan
Sudah dapat dipastikan, bahawa suasana dan keadaan puasa Syawal akan berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Puasa Syawal menjadi momentum dalam meneguhkan tekad dalam membiasakan setiap muslim untuk menjalankan ibadah puasa sunah.
Sudah pasti, puasa Syawal di jalankan akan bertemu dengan berbagaimana macam tantangan, sehingga membutuhkan pertahanan dan komitmen untuk menahan lapar, haus serta hawa nafsu.
Maka dalam pembiasaan puasa dan teguh dengan komitmen untuk menjalankan sunah akan menjadikan diri setiap muslim semakin sempurna dalam kehidupan beragama.
Ketiga, Kebaikan dan Amal
Menjalankan puasa Syawal akan menjadikan diri berprilaku dalam kebaikan, karena semua perbuatan akan dijaga untuk mendukung dari kegiatan puasa Syawal itu sendiri.
Selain itu, puasa Syawal juga akan menambah amal dan menjadi ladang keberkahan hidup. Rasa dari puasa Syawal akan menghadirkan kehangatan kehidupan terhadap Allah swt dan juga terhadap manusia.
Sehingga puasa Syawal akan terus mengalirkan kebaikan dan amal. Maka nilai dari ibadah Syawal dalam hal ini puasa, menjadi pendukung kuat dari bulan Ramadan karena menghidupkan dan membiasakan kegiatan ibadah selama bulan suci Ramadan.
Keempat, Pemurnian Diri
Puasa Syawal menjadi waktu yang tetap untuk melakukan muhasabah dari ibadah yang dilakukan selama bulan suci Ramadan. Syawal bukan saja diartikan sebagai hari kemenangan, melainkan menjadikan hari untuk berbagai kebahagiaan dan kegembiraan bersama.
Sehingga Syawal juga menjadi momen yang tepat untuk merenungkan keburukan dan dosa-dosa yang dijalankan. Puasa Syawal merupakan ikhtiar dalam melakukan pemurniaan diri yaitu dengan meningkatkan kualtias ibadah, membersihkan diri, hati dan penguat dalam mendekatkan diri kepada Allah swt.
Kelima, Kebajiksanaan dan Kehidupan Sehat
Syawal dengan berbagai pernak-pernikanya tentunya akan menjadikan diri lebih bijak dalam melakukan aktivitas. Syawal juga akan menjadi ujian berat bagi pola hidup sehat. Sehingga, puasa Syawal akan mengantarkan setiap muslim untuk fokus dalam menghadirkan dan menjaga agar hidup senantiasa bijaksana terhadap keadaan, serta menyajikan kehidupan yang sehat karena terjaganya makanan yang masuk dalam tubuh.
Keenam, Keseimbangan dan Ketenangan
Sejatinya Syawal itu menjadi bulan untuk penyeimbang dari bulan Ramadan karena pada bulan tersebut dihalalkan apa-apa yang telah diharamkan oleh pada waktu bulan Ramadan di siang hari.
Maka, bulan syawal yang di dalamnya ada sunnah untuk berpuasa pada hakekatnya untuk menjadikan orang-orang beriman tetap ada pada keseimbangan dan kedamaian.
Puasa Syawal akan mengatur setiap perilaku agar tetap baik. Puasa Syawal akan menghadirkan kedamainan, sebab ia akan mengharmonikan setiap tindakan yang akan diperbuat.
Puasa Syawal merupakan enam hari yang akan menyempurnakan ibadah-ibadah yang ditunaikan selama bulan Ramadhn dalam hitungan satu tahun penuh.
Puasa Syawal bukan sekadar menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, melainkan juga merupakan kesempatan untuk menyempurnakan diri dan kehidupan secara spiritual.
Dengan menghayati enam hari puasa Syawal dengan sepenuh hati, kita dapat meraih berkah dan keutamaan yang melimpah dari Allah.
Oleh karena itu, mari jadikan puasa Syawal sebagai perjalanan spiritual yang membawa kita menuju kesempurnaan hidup dan rida-Nya. []

Tinggalkan Komentar Anda