Jarwo Songha. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pendongeng Lampung Jarwo Songha dalam setiap pementasannya hampir selalu mengenalkan salah satu tradisi sastra lisan Lampung.
Seperti saat pentas dongeng dalam Gebyar Milad ke-40 di Lapangan SDN 1 Pinang Jaya Bandar Lampung, Sabtu (3/2/2024). Sebanyak 200-an siswa tampak antusias saat juru dongeng membacakan sastra lisan Lampung.
Pendongeng Lampung, Jarwo Songha, melantunkan wawancan, salah satu sastra lisan Lampung dari adat Saibatin.
Wawancan merupakan sastra lisan Lampung yang dilantunkan saat pemberian gelar adat Lampung (adok).
Tradisi ini masih lestari terutama di perkampungan asli Suku Lampung.
“Wawancan ini ditulis dalam bentuk bait seperti puisi, tapi rimanya mirip pantun,” kata pendongeng yang sangat menyukai sastra lisan Lampung ini kepada wartalampung.id lewat pesan tertulis hari ini.
Salah seorang siswa SDN 1 Pinang Jaya, Chiko, senang sekali mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Jarwo Songha.
Ia juga jadi tahu sastra lisan Lampung terutama wawancan.
Walaupun dirinya asli suku Lampung, belum pernah mendengarkan wawancan.
“Pertama kali dengar wawancan, ternyata bagus juga ya,” terang siswa itu.
Jarwo Songha merasa terpanggil untuk ikut melestarikan salah satu tradisi bertutur ini.
Kata dia, jika tidak dikenalkan kepada generasi muda, wawancan akan semakin redup gaungnya.
Di tengah arus globalisasi, tradisi dan budaya Lampung harus tetap kita lestarikan.
“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi,” kata dia. []

Tinggalkan Komentar Anda