Berita Foto Opini

Opini: Langkah-Langkah Kecil untuk Adaptasi Perubahan Iklim

Opini: Langkah-Langkah Kecil untuk Adaptasi Perubahan Iklim

Sampah di Pantai Sukaraja, Bandar Lampung. | Ramzy Nauval

Sampah di Pantai Sukaraja, Bandar Lampung. | Ramzy Nauval

Oleh Eko Prasetyo, UPTD KPH Muaradua Dinas Kehutanan Provinsi Lampung

Kita berada di era teknologi dimana era kemudahan mendominasi keseharian. Namun, kemudahan-kemudahan tersebut menjadikan kita lupa bahwa kita memiliki tanggung jawab lain.

Tanggung jawab tersebut adalah kepedulian kita terhadap lingkungan. Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita buruknya kualitas udara di beberapa kota.

Kita semua saling menyalahkan dan menunjuk orang lain atas keburukan tersebut tetapi lupa bahwa bisa jadi diri sendiri juga berkontribusi.

Rendahnya kualitas udara menjadi indikator perubahan lingkungan yang terjadi di sekitar kita. Dalam kerangka yang lebih besar menunjukkan bahwa perubahan-perubahan tersebutlah yang menjadi penyebab perubahan iklim dan hilangnya beberapa fungsi dari bumi kita.

Perubahan iklim berdampak sangat hebat bagi kehidupan manusia. Polusi udara hanyalah bagian kecilnya. Jika hal-hal kecil ini terus terjadi dan terakumulasi, bayangkan apa yang akan terjadi pada bumi ini di masa depan.

Namun tahukah kita, jika setiap orang melaksanakan perannya dalam menjaga dan lebih peduli pada lingkungan, akan berdampak hebat dan nyata terhadap bumi kita.

Ada sebuah kutipan kata yang populer yang bisa menjadi pemantik kita semua. “Berpikir dalam kerangka yang lebih besar, kemudian mulailah dengan hal yang lebih kecil lebih dahulu dan lakukan hal tersebut sekarang juga”.

Nah, jadi apa yang bisa kita lakukan sekarang? Berikut keseharian yang bisa kita lakukan untuk mengurangi perubahan iklim yang perlahan terjadi namun sangat nyata ini.

1.   Biasakan berjalan kaki ketika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh. Biasanya ketika kita ingin berbelanja di minimarket yang jaraknya hanya beberapa langkah, banyak dari kita memilih untuk menggunakan sepeda motor. Asap buangan kendaraan bermotor berupa gas karbondioksida (CO2). Gas karbondioksida (CO2) adalah salah satu gas pemicu perubahan iklim.

2. Mulai membawa botol minum dan tempat makan sendiri sehingga tidak perlu membeli minuman dingin di minimarket. Minuman dingin tersebut 24 jam menggunakan listrik. Selain itu, dengan membawa botol minum sendiri, kita bisa mengurangi produksi sampah plastik. Karena sampah plastik merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim.

3. Makan makanan, buah, dan sayur lokal. Produk-produk makanan, buah, dan sayur yang berasal dari luar provinsi ataupun luar negeri membutuhkan upaya penganggkutan. Untuk luar negeri biasanya menggunakan kapal laut. Kapal laut tersebut membutuhkan bahan bakar dan menghasilkan CO2.

Mungkin kita lebih suka dan terlihat modern ketika memilih makan di restoran cepat saji waralaba. Meskipun restoran cepat saji tersebut berada di kota, beberapa bahan bakunya perlu didatangkan dari luar kota.

Oleh karena itu, membiasakan diri makan makanan lokal seperti mi ayam maupun pecel lontong yang banyak kita temukan di sekitar kita, bisa menjadi perilaku dalam ikut serta pencegahan perubahan iklim.

4. Hemat menggunakan air. Air yang mengalir ke rumah-rumah biasanya sudah melalui proses sehingga air dapat digunakan di tingkat rumah tangga. Proses tersebut membutuhkan listrik, sedangkan listrik kita masih menggunakan batu bara dalam pembakarannya. Segala sesuatu yang dibakar akan menghasilkan CO2.

5. Tidak begadang di malam hari. Wah, kenapa ya tidur lebih awal dapat berkontribusi dan masuk ke dalam perilaku pencegahan perubahan iklim? Nah, ini karena penggunaan lampu penerangan di malam hari mengakibatkan penggunaan batu bara untuk pembakaran dan penggunaan listrik lebih besar.

Karena kita tinggal di negara tropis, di mana negara kita mendapatkan sinar matahari lebih banyak, sebaiknya aktivitas yang membutuhkan penerangan bisa dilakukan dengan memanfaatkan penerangan sinar matahari. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda