Berita Foto Opini

Opini: Isu Palestina dalam Pilpres 2024

Opini: Isu Palestina dalam Pilpres 2024

Aksi solidaritas Palestina di Bandar Lampung. | Ramzy Nauval

Aksi solidaritas Palestina di Bandar Lampung. | Ramzy Nauval

Oleh Iza Fitri (Peminat Isu Kemasyarakatan)

Isu politik dalam negeri jelang Pilpres 2024 semakin ramai. Apalagi sejak pengundian nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia pada Selasa, 14 November 2023.

Tiga pasangan calon semakin massif mensosialisasikan diri dan nomor urutnya untuk menarik simpati masyarakat. Cara mensosialisasikan diri tiga pasangan yang akan memperebutkan 204.807.222 pemilih dalam dan luar negeri yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional pada Pemilu 2024 sangat beragam.

Termasuk bagaimana dukungan pasangan calon terhadap isu Palestina. Hal ini sangat terlihat dalam aksi bela Palestina pertama di Monas pada 5 November 2023 yang lalu, yang dihadiri Anies Baswedan.

Anies yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar menunjukkan dukungan kepada Palestina melalui pidato yang berapi-api di hadapan jutaan manusia yang mengutuk agresi Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Semua pasangan calon bersemangat untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Palestina. Prabowo Subianto misalnya, yang saat ini masih menjabat Menteri Pertahanan (Menhan).

Ia memublikasikan dukungan dan menunjukkan keterlibatannya dalam misi pemerintah untuk mendukung Palestina. Mulai dari mengerahkan pesawat militer untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan hingga menawarkan pengiriman kapal rumah sakit ke Gaza.

Selain itu, Prabowo juga menerima 22 mahasiswa Palestina untuk berkuliah di Universitas Pertahanan.

Capres Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP berpasangan dengan Mahfud MD juga mengkritik ketidakmampuan PBB mengambil tindakan untuk segera menghentikan serangan Israel di Gaza. Ia juga pernah secara ekstrem menolak kedatangan Timnas U20 Israel ke Indonesia pada awal 2023.

Sikap mendukung kemerdekaan Palestina dari 3 pasangan ini akan menjadi poin tersendiri terhadap penilaian pemilih terutama pemilih muslim di Indonesia.

Penulis berpendapat, konflik Palestina yang masih berlanjut sampai hari ini bisa menjadi ajang ketiga pasangan calon untuk menekan secara politis agar konflik di Palestina bisa reda.

Juga mendesak kemerdekaan penuh untuk bangsa Palestina. Semua pasangan calon bisa “memanfaatkan” isu Palestina ini untuk mendapat simpati masyarakat. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda