Penjual buket saat wisuda. | Ahmad Fiqih Yudhistira

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Acara wisuda mahasiswa Universitas Lampung dilakukan di GSG, Sabtu (18/11/2023).
Bukan hanya merayakan keberhasilan para wisudawan, melainkan memberikan ladang rezeki terhadap penjual buket. Salah satunya Yanto.
Yanto telah berjualan di banyak tempat, seperti di Palembang, UI Depok, dan berbagai kota lainnya.
Berkat keterampilan dan dedikasinya, Yanto membuat setiap buket dengan keunikannya tersendiri.
“Saya belajar dan buat sendiri,” ungkapnya kepada wartalampung.id.
“Awalnya saya pedagang kaki lima di Pasar Tengah, tapi ada kendala, jadi saya pindah konsep dan berjualan buket di acara-acara spesial seperti wisuda,” ujarnya.
Meskipun anak-anaknya sudah bekerja dan mencoba melarangnya berjualan, semangat dan cinta pada berjualan membuat Yanto tetap aktif.
“Saya suka jalan-jalan dan cepat bosan, jadi saya tetap berjualan,” katanya sambil tersenyum.
Harga buket buatannya bervariasi, mulai dari yang termurah seharga Rp35 ribu hingga yang paling eksklusif mencapai Rp3 juta.
“Untungnya tidak menentu, tapi biasanya sekitar Rp300 hingga Rp500 ribu,” ungkap Yanto.
“Yang paling diminati sekarang adalah buket uang,” imbuhnya.
Terkait dengan buket uang, Yanto menjelaskan, ia hanya menjual jasa dan buketnya saja. Uang di dalam buket ialah uang pelanggan.
“Kalau jualan begini, harus banyak mencari informasi tentang acara. Informasi itu sangat berharga,” tambahnya. [Ahmad Fiqih Yudhistira]

Tinggalkan Komentar Anda