Warung soto dan pecel Bude Eti di Sabah Balau, Lampung Selatan, perbatasan dengan Sukarame, Bandar Lampung. | Mupaiza/Rahma Salsabilla

Wartalampung.id, Sabah Balau – Di lingkungan rumahnya, Sabah Balau, Lampung Selatan, dekat wilayah Sukarame, Bandar Lampung, Sugiati biasa dipanggil Bude Eti. Bude Eti tinggal bersama suami dan tiga anaknya.
Anak yang pertama laki-laki sudah bekerja di Bandung. Anak kedua perempuan, dia tidak bekerja namun membantu ibunya berjualan di rumah. Sedangkan anak ketiga masih duduk di bangku SMA kelas Xll.
Suami Eti bekerja sebagai petani di sawah milik sendiri. Eti kini bekerja dari rumah. Ia menjual soto, pecel, dan gorengan buatan sendiri.
Kepada wartalampung.id, Eti mengatakan, ia sudah menjalankan aktivitas ini kurang lebih 15 tahun.
Warung Eti ini saban hari ramai. Khususnya saat jam makan siang.
Harganya terjangkau kantong semua kalangan. Eti bilang, satu porsi soto dan pecel ia bandero Rp8.000. Untuk gorengan ia jual Rp5.000 untuk 4 buah.
Eti membuka usahanya setiap jam sembilan pagi sampai dengan mendekati jam tiga petang.
Kebanyakan yang datang ke warung ini adalah mahasiswa, buruh bangunan, dan ibu rumah tangga.
Eti mengatakan, menjual soto dan pecel disebabkan ia melihat belum ada yang menjual di sekitaran rumahnya.
Ia mengatakan, tidak ada menu khusus dalam membuat soto dan pecel. Namun, nyaris semua pelanggan suka dengan citarasa yang ditawarkan. [Mupaiza/Rahma Salsabilla]

Tinggalkan Komentar Anda