Berita Foto Advertorial

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA Narasumber Seminar Nasional Universitas Majalengka

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA Narasumber Seminar Nasional Universitas Majalengka

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA (depan tiga dari kiri) usai mengisi seminar nasional di Universitas Majalengka. | Dokumentasi

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA (depan tiga dari kiri) usai mengisi seminar nasional di Universitas Majalengka. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Majalengka – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Majalengka sukses mengadakan acara Seminar Nasional FKIP V dengan tema “Implementasi Artificial Intelligence dalam Merdeka Belajar Pada Bidang HUmaniora, Iptek, dan Sains”.

Seminar ini menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten, di antaranya Agus Suratman, S, KM., M, Si (Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. Ir. H Sutarman, M.Sc., IPU (Guru Besar Universitas Pasundan Bandung), Dr. H. M. Nasrullah, S.E., M.B.A. (Rektor Universitas Teknokrat Indonesia).

Acara ini berlangsung secara daring dan luring di Auditorium Universitas Majalengka. Seminar nasional ini diikuti antusiasme peserta dengan jumlah 400 orang peserta dan 50 orang pemakalah.

Dalam paparannya, Nasrullah Yusuf membawakan topik menggali kreativitas dengan memanfaatkan teknologi artificial intellegence (AI) atau kecerdasan buatan.

Melalui seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pengembangan teknologi AI.

Rektor mengatakan, kecerdasan buatan merujuk kepada kemampuan komputer atau sistem komputer untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. (Chowdary, 2000)

Secara umum, AI merujuk pada program komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia, termasuk kemampuan pengambilan keputusan, logika, dan karakteristik kecerdasan lainnya.

Nasrullah juga mengemukakan beberapa kelebihan AI, yakni kemampuan analitik, peningkatan efisiensi dan produktivitas, otomatisasi, pengambilan keputusan yang objektif, dan inovasi baru.

Sementara itu, AI memiliki kekurangan, antara lain ketergantungan pada data, risiko keamanan dan privasi, dan penggantian pekerjaan manusia.

Nasrullah mengatakan AI bisa dipergunakan dalam dunia pendidikan, seperti pembuatan materi pembelajaran, mengembangkan kreativitas dosen, tutor vitrual, pengajaran bahasa asing, dan lainnya.

Peserta seminar antuasis kala Rektor mengemukakan paparannya. Ada tiga peserta yang bertanya kepada Rektor Teknokrat.

Nasrullah berharap paparannya memberikan perspektif baru dalam dunia pendidikan Indonesia. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda