Syahira dan ibunya. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nama lengkapnya Syahira Amalia. Ia adalah balita dengan penderita epilepsi dan kelambatan perkembangan tubuh.
Saat ini Syahira berusia 2 tahun 10 bulan. Kondisinya lemah dan untuk aktivasi digendong oleh ibunya. Selain itu, Syahira juga belum bisa berbicara ataupun berjalan layaknya anak seumurannya.
Syahira adalah pasien yang berasal dari Bukit Kemuning, Lampung Utara. Menurut informasi orang tuanya, Jonheri (42 tahun) dan Wulandari (38 tahun), Syahira ini awalnya di usia 8 bulan mulai terlihat perkembangan tubuhnya tidak normal atau lambat.
Selain itu, Syahira juga seringkali mengalami demam tinggi hingga kejang. Biasanya orangtuanya cukup memperiksakan anaknya itu ke puskesmas terdekat.
Namun, tiga bulan terakhir, kejangnya semakin parah. Akhirnya mereka membawa Syahira ke RS Medika Insani Lampung Utara.
Di sana Syahira menjalani pemeriksaan dan dirawat selama empat hari. Kemudian setelah konsul dengan dokter anak, Syahira dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Lampung untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Ketika menjalani pemeriksaan, Jonheri mengira bahwa pengobatan tidak membutuhkan waktu lama, tapi ternyata mereka harus bolak-balik untuk berbagai rangkaian pemeriksaan.
Ketika mereka sedang istirahat di Masjid Al Mulk, mereka mendapatkan informasi dari pengurus masjid untuk istirahat/singgah saja di Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI Lampung.
Setelah itu Jonheri mendaftarkan diri dan sekarang bisa singgah di RSP. Jonheri yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani kopi di kampungnya.
Keterbatasan biaya memaksa Ia untuk berencana menginap di masjid selama menjalani pemeriksaan anaknya tersebut. Namun, setelah mereka bisa singgah di RSP, Jonheri dan Wulandari sangat bersyukur dan bahagia.
“Alhamdulillah Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI Lampung ini sangat membantu kami. Kalau tidak ada bantuan seperti ini, mungkin saya sudah seperti orang hilang yang lontang-lantung istirahat di emperan rumah sakit atau masjid. Harapan kami untuk RSP ini mudah-mudahan semakin maju dan lebih banyak lagi orang yang dibantu,” kata Jonheri. []

Tinggalkan Komentar Anda