Ifandi Khainur Rahim. | Syifa Fauziah Effendi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ifandi Khainur Rahim, CEO Satu Persen, menjadi salah seorang narasumber dalam seminar Lampung Leadership Forum 2023 yang diadakan komunitas BalikK(L)ampung di Balai Keratun, Ahad, 29/10/2023.
Satu Persen adalah sebuah platform di Youtube yang membahas topik-topik tentang kemampuan dasar kehidupan, personal finance, pemahaman diri, hubungan sosial, produktivitas dan karier serta makna hidup.
Ia juga pernah masuk di majalah Forbes 30 under 30 sebagai sosial impact.
Evan, begitu sapaan akrabnya, menyampaikan materi tentang pengembangan diri.
Pemuda asal Kota Bandung ini mengatakan, tantangan generasi saat ini lebih rumit daripada generasi sebelumnya. Kini media sosial bergerak cepat dan munculnya artificial intelegence (AI) atau kecerdasan buatan yang mulai menggantikan peran manusia.
Evan mengatakan, kini muncul dua jenis stereotipe ekstrem. Pertama, mereka yang percaya kesehatan mental bisa diperoleh dengan banyak mengeluh. Sedangkan yang kedua, mereka yang percaya kesehatan mental dijaga dengan banyak olahraga ketimbang mengeluh.
Lulusan Psikologi UI itu bercerita, ia membangun Youtube Satu Persen yang juga memiliki trainning skill dan psikologis secara langsung.
Menurut dia, kini banyak lagu yang berisi soal kesehatan mental, seperti lagu Yura Yunita, Nadin Amizah, Hindia, dan Sal Priadi yang banyak disukai generasi muda dan disebut dengan pop culture.
Akan tetapi, ujar Evan yang harus diingat adalah menempatkan kesehatan mental dan healing secara proporsional.
Evan berharap, generasi muda terus berkembang dan siap menghadapi zaman. Ia juga memberikan tips bagi peserta seminar yang rata-rata mahasiswa bagaimana menyelesaikan masalah dengan mencari akarnya.
Misalnya, stres akademik. Kita bisa bertanya kepada teman, belajar di internet dan lainnya.
“Untuk stres, kita bisa mengatasinya dengan komunikasi asertif, kompromi, dan sebagainya.
“Healing boleh, tapi yang penting selesaikan masalahnya. Mulai juga bangun sesuatu yang profit maupun nonprofit,” pungkas Evan. [Syifa Fauziah Effendi]

Tinggalkan Komentar Anda