Herman menjajakan kue pancong dan pukis. | Wayan Yoga

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kue pancong adalah sejenis kue dadar yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, gula merah dan garam. Rasanya yang gurih dan lezat membuat pancong menjadi jajanan favorit banyak orang.
Herman atau sering disapa Pakde Herman adalah salah seorang penjual kue pancong dan pukis. Herman sudah menjual kue ini selama dua bulan di Jalan Dusun Serbajadi, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Herman bercerita, awalnya ia melihat kue pancong ini biasanya ada di pasar saja. kemudian ia tertarik untuk mencoba membuatnya dan menjual kue itu di sini.
“Alhamdulilah peminatnya lumayan banyak. Saya juga ingin menjual makanan atau jajanan yang berbeda dari pedagang lain, kayak kue pancong dan pukis ini. Masih jarang ada yang jual,” ujar Herman kepada wartalampung.id hari ini di tempat usahanya sebelum rel menuju Ponpes Nurul Huda.
Herman membuat kue pancong ini dengan membeli bahan baku berupa tepung beras, telur, gula, dan kelapa parut di salah satu toko dekat tempatnya. Ia mengatakan, meracik adonan sendiri.
Dalam sehari, Herman bisa menghabiskan adonan sebanyak 7 kilogram.
Herman mulai berjualan jam sembilan pagi sampai dengan jam empat sore.
Kue pancong dan pukis dijual Rp1.000. [Wayan Yoga Rizki Irawan]
