Sofwan Zulfikar. | Dokumentasi

Oleh Sofwan Zulfikar (Wakil Sekretaris DPW Partai Gelora Indonesia Lampung)
Melalui putusan MK kemarin, sistem pemilu kita akan memakai proporsional terbuka sama dengan Pemilu 2019 yang lalu. Artinya, calon anggota legislatif dengan suara terbanyaklah yang akan terpilih menjadi anggota Dewan.
Putusan ini tentu menjadi angin segar bagi para bacaleg yang menanti-menanti sejak lama. Sebab, ada kekhawatiran dari para bacaleg jika pemilu kita kembali ke sistem proporsional tertutup.
Maka itu, akan menghadirkan persaingan yang kurang sehat. Sistem proporsional tertutup dirasa hanya akan menguntungkan sebagian pihak, sementara ruang gerak pihak lain menjadi lebih sulit.
Dengan suara terbanyak yang menentukan siapa yang akan menjadi anggota dewan, peluang semua kandidat terbuka lebar. Termasuk di dalamnya adalah para caleg anak muda yang sebagian besar mungkin pendatang baru.
Para caleg muda ini nantinya punya kesempatan yang sama dengan para seniornya, bahkan bisa bersaing secara sehat dengan elite partai. Anak-anak muda ini nantinya punya ruang gerak yang semakin luas dan jangkauan yang bisa lebih merata dalam berkampanye.
Kebanyakan dari anak muda ini adalah mereka- yang baru bergabung dengan parpol dan saat mendaftar sebagai bacaleg sudah bisa dipastikan tidak bisa mengunci nomor urut 1. Dengan sistem proporsional terbuka, memungkinkan semua nomor menjadi pemenang. Anak-anak muda ini tentu akan lebih bersemangat dalam melakukan kampanye.
Kebanyakan dari mereka datang dengan tangan kosong, tanpa bekal finansial yang cukup, juga dengan pengalaman yang cenderung minim.
Tapi tentunya mereka juga hadir tidak dengan otak kosong. Anak-anak muda ini hadir dengan penguasaan teknologi yang bisa lebih baik dari senior mereka.
Dengan pengaruh teknologi, arena perang akan jadi semakin terbuka. Semua orang bisa mengakses informasi dari mana saja.
Termasuk para caleg yang akan berkampanye. Sementara itu, para anak muda ini tentu memiliki kemampuan yang lebih adaptif dari segi pemahaman teknologi.
Mereka seharusnya mampu membuat cara-cara efektif dalam menggaet suara masyarakat. Dengan keterbukaan informasi tersebut juga seharusnya mampu memberikan kenyamanan para caleg muda ini dalam bekerja.
Mereka akan mudah mengawasi setiap suara yang mereka dapatkan sehingga persaingan jadi semakin sehat. []
