Juliana

Oleh Juliana, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
Bahasa merupakan alat komunikasi masyarakat dunia. Semakin banyak bahasa yang kita kuasai, peluang kesuksesan semakin dekat. Terutama penguasaan bahasa asing menjadi jembatan untuk berkomunikasi dengan masyarakat dunia.
Di Indonesia sudah banyak pendidikan berbahasa asing. Pendidikan bahasa tingkat sekolah atas maupun di tingkat universitas. Tentu ini sangat menguntungkan untuk anak bangsa.
Mereka bisa memilih jenjang pendidikan bahasa apa yang ingin mereka kuasai. Namun, tak banyak orangtua yang masih belum mengetahui pentingnya bahasa asing di era globalisasi ini.
Banyak dari mereka hanya mengetahui bahasa asing yang paling penting yaitu bahasa Inggris. Kenyataannya bahasa Inggris saat ini bukan bahasa satu-satunya penghubung dunia. Banyak bahasa asing yang bisa kita gunakan seperti Mandarin, Jepang, Prancis, dan lainnya.
Bahasa Prancis menjadi bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Bahkan bahasa ini menjadi bahasa kerja dan bahasa resmi yang digunakan PBB. Beberapa sekolah dan universitas di Indonesia mempelajari bahasa Prancis.
Tetapi pemahaman masyarakat mengenai bahasa Prancis masih sangat minim. Masyarakat menganggap bahasa ini tidak penting.
Anggapan kuno ini justru menghambat kemajuan anak bangsa untuk lebih maju. Banyak anak yang melanjutkan pendidikan bahasa Prancis mendapatkan masukan yang kurang baik.
Masyarakat mengatakan pendidikan bahasa Prancis kalau lulus mau kerja di mana, mau jadi apa setelah lulus bahasa Prancis, dan lainnya.
Perkataan masyarakat ini justru membuat mental turun dan mematahkan semangat anak. Sebagai masyarakat, seharusnya memiliki pemikiran terbuka tanpa mengolok-olok pendidikan yang dilanjutkan anak.
Padahal, peluang kerja untuk lulusan pendidikan bahasa Prancis justru lebih banyak. Setelah lulus anak melanjutkan pendidikan tingkat lebih tinggi bisa menjadi dosen.
Keterbatasan dosen bahasa Perancis ini menjadi salah satu peluang. Di lain sisi, peluang sebagai penerjemah, pemandu wisata, dan lainnya masih sangat dibutuhkan.
Peluang-peluang ini yang tidak dimiliki pendidikan lainnya dan pesaing dalam dunia kerja tentu masih sangat terbatas. Seharusnya, hal ini kita kembangkan terus dan perbanyak memberikan pendidikan bahasa terhadap anak bangsa.
Tidak hanya diri sendiri yang akan mendapatkan keuntungan, tetapi bangsa pula dapat dikenal apabila anak bangsa bisa mencapai sukses dengan bahasa yang dimiliki. []
