Della Putri Mintari

Della Putri Mintari, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung
Prancis dikenal sebagai negara penghasil wine terbaik di dunia. Wine menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Prancis, bahkan sampai ke tingkat perdesaan sekalipun.
Namun, untuk mengetahui jenis-jenis wine yang berbeda dan cara menikmatinya secara benar tidaklah mudah. Menurut sommelier ternama asal Prancis, Pierre Dupont, langkah pertama dalam mempelajari tentang wine adalah dengan mengenali wilayah produsennya.
Setiap daerah memproduksi wine dengan karakteristik rasa yang unik karena dipengaruhi oleh faktor geografis seperti iklim, tanah dan topografi. Namun, hal ini bukanlah satu-satunya faktor penting dalam mengevaluasi sebuah bottle of wine.
Teknik penanaman anggur hingga proses fermentasi juga memainkan peran besar dalam menciptakan karakteristik rasa yang khas pada setiap jenisnya.
Selain itu, ada beberapa tips untuk menemukan pasangan makanan yang cocok dengan wine tertentu agar dapat meningkatkan pengalaman menyantap hidangan tersebut. Contohnya saja Chardonnay akan cocok dinikmati bersama hidangan seafood atau sayuran panggang sedangkan Pinot Noir lebih sesuai dipadukan dengan daging merah seperti daging ayam, ikan salmon atau keju-keju keras.
Kemudian, perlu diketahui, Pinot Noir biasanya memiliki rasa buah berry dan tanin yang lembut. Selanjutnya ada Cabernet Sauvignon yang memiliki rasa buah hitam dan tanin yang kuat sehingga lebih cocok dinikmati bersama hidangan daging merah seperti steak atau barbeque.
Oleh karena itu, kita harus bisa mempertimbangkan karakteristik dari wine tersebut ketika mencari pasangan makanan yang cocok.
Namun, untuk menemukan pasangan makanan yang cocok dengan wine tertentu bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan seperti karakteristik rasa dari setiap jenis wine dan juga bahan-bahan dalam hidangan tersebut.
Sebagai contoh, Shiraz yang memiliki rasa tannin kuat akan lebih baik dinikmati bersama hidangan berbumbu pedas atau daging panggang.
Selain itu, kualitas dari bahan makanan juga mempengaruhi kecocokan dengan wine tertentu. Maka dari itu, sebaiknya hindari menggunakan bahan yang terlalu kuat sehingga dapat mengurangi citarasa anggur pada saat menyantapnya bersama-sama.
Selain faktor-faktor tersebut, ada juga beberapa tips sederhana yang dapat membantu menemukan pasangan makanan yang cocok dengan wine tertentu.
Pertama, pastikan untuk memilih hidangan yang seimbang dalam rasa dan tekstur agar tidak mengalahkan karakteristik rasa dari wine itu sendiri.
Lalu, pertimbangkan untuk menyamakan kualitas wine dan makanan yang akan disantap. Sebuah hidangan yang berkualitas tinggi biasanya lebih cocok dinikmati bersama dengan anggur premium atau vintage.
Tak hanya itu, perhatikan juga asal-usul dari bahan makanan tersebut karena beberapa jenis wine memiliki karakteristik rasa yang lebih sesuai dengan hidangan tradisional dari daerah tertentu.
Kemudian, perlu diperhatikan juga ada beberapa jenis wine yang lebih cocok dinikmati pada waktu tertentu. Sebagai contoh, sampanye biasanya disajikan pada acara perayaan atau momen spesial seperti ulang tahun atau pernikahan.
Sedangkan untuk wine merah, sebaiknya dihindari saat cuaca panas karena dapat mengurangi kenikmatannya. Wine putih dan rose lebih cocok dinikmati pada musim panas karena memberikan sensasi dingin dan segar.
Jangan lupa untuk menyesuaikan suhu penyajian ketika menyimpan wine atau anggur dengan benar agar tidak kehilangan kualitasnya. Dan dapat memberikan pengalaman santap yang optimal. Wine putih sebaiknya disajikan pada suhu dingin antara 7-10°C sedangkan wine merah sebaiknya pada suhu ruang antara 15-18°C.
Terakhir, simpanlah botol wine pada suhu ruang yang stabil dan hindari paparan sinar matahari langsung. []
