Della Putri Mintari. | Dokumentasi

Oleh Della Putri Mintari, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
Corn dryer atau pengering jagung yang dikelola oleh mesin saat ini semakin berkembang dengan pesat. Dan perlu diketahui bahwa, corn dryer adalah alat yang digunakan untuk mengeringkan biji jagung dengan cepat agar tidak cepat rusak dengan tujuan biji jagung dapat tetap terjaga kualitasnya.
Sedangkan pengeringan merupakan proses penurunan kadar air jagung sampai mencapai nilai tertentu untuk diproses selanjutnya dan aman untuk disimpan sehingga mutu produk yang dihasilkan tinggi. Tujuan pengeringan untuk memenuhi persyaratan mutu yang akan dipasarkan dengan kadar air 14% agar memenuhi standar mutu perdagangan.
Dengan corn dryer, petani jagung dapat menghemat waktu dan tenaga, sehingga mereka dapat focus pada kegiatan lainnya seperti penanaman dan pemeliharaan tanaman jagung. Bahkan, corn dryer juga memiliki kapasitas yang besar, sehingga petani jagung dapat mengeringkan jagung dalam jumlah yang banyak.
Lalu, terdapat hal yang sangat menarik dari mesin corn dryer ini yaitu dapat melakukan pengeringan jagung selama 5-6 jam guna untuk mendapatkan kualitas jagung kering yang baik.
Hal ini ini dapat dikatakan bahwa inovasi ini corn dryer telah membantu dan mempermudah para petani jagung. Selain itu, corn dryer juga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sektor pertanian.
Dalam sektor pertanian, penggunaan corn dryer dapat meningkatkan kualitas jagung yang dihasilkan karena pengeringan jagung dengan mesin dapat mengurangi kadar air pada biji jagung secara merata.
Juga bisa mengatur suhu dan kelembaban udara, terhindar dari terkena hujan atau embun yang bisa membuat jagung cepat busuk, dan prosesnya lebih cepat dibandingkan dengan pengeringan secara alami.
Apabila menggunakan pengeringan secara alami, seperti menggunakan bantuan sinar matahari dalam melakukan penjemuran pada jagung, akan mendapatkan hasil yang kurang maksimal. Misalnya biji jagung tidak bisa kering dengan sempurna lalu dibutuhkan waktu proses pengeringan yang cukup lama sekitar 3 hari bila cuaca cerah dan dibatasinya oleh kondisi cuaca.
Di mana apabila cuaca mendung atau hujan maka pengeringan tidak dapat dilakukan. Hal ini yang membuat proses pengeringan menjadi lama. Selanjutnya, jagung juga memiliki proses penyimpanan dimana tujuannya yaitu untuk mempertahankan kualitas sekaligus mencegah kerusakan dan kehilangan yang disebabkan faktor luar dan dalam. Misalnya, kadar air biji, suhu penyimpanan, kelembaban udara, serangan mikroba, hama, dll.
Meskipun sudah dilakukan proses penyimpanan yang baik, jagung tetap memiliki masa simpan yang terbatas. Oleh karena itu, para petani dan produsen jagung harus memperhatikan faktor-faktor tersebut dengan cermat dan melakukan pengawasan secara terus-menerus untuk menjaga kualitas jagung yang disimpan.
Dengan melakukan pengawasan dan pengendalian yang baik terhadap proses penyimpanan jagung, diharapkan dapat membantu menjaga kualitas jagung yang disimpan sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi jagung bagi petani dan produsen.
Selain pengeringan, penggunaan teknologi pengawetan juga dapat membantu memperpanjang masa simpan jagung. Salah satu teknologi pengawetan yang bisa digunakan adalah teknologi pengemasan vakum.
Dengan menggunakan teknologi ini, udara di dalam kemasan jagung akan dihisap dan diganti dengan gas nitrogen atau karbon dioksida. Hal ini bisa mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang bisa merusak jagung.
Selanjutnya, penggunaan mesin corn dryer juga memiliki beberapa dampak negatif/risiko dan tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah penggunaan energi yang besar sehingga dapat meningkatkan biaya produksi petani.
Selain itu, penggunaan mesin ini juga dapat menimbulkan polusi udara akibat penggunaan bahan bakar fosil. Kemudian, dapat mengancam lapangan pekerjaan manusia.
Oleh karena itu, diperlukan upaya solusi untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan corn dryer tersebut.
Dalam menghadapi tantangan risiko ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan memilih teknologi pengeringan yang lebih ramah lingkungan, seperti menggunakan energi alternatif yang lebih bersih.
Selain itu, penggunaan corn dryer juga harus diatur dan dipantau dengan ketat oleh pihak berwenang. Selanjutnya juga penting bagi pemerintah dan perusahaan mesin untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada petani dalam penggunaan corn dryer yang tepat dan aman.
Meskipun demikian, penggunaan corn dryer tetap menjadi pilihan yang tepat bagi petani jagung dalam meningkatkan produksi, kualitas jagung, nilai jual jagung mereka. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan mesin corn dryer harus dilakukan dengan bijak dan efisien agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi petani jagung.
Kesimpulannya, corn dryer telah membantu kita dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di bidang pertanian, terutama dalam proses pengeringan jagung. Meskipun memiliki banyak dampak negatif atau tantangan yang harus dihadapi dalam penggunaannya, corn dryer dapat menjadi solusi yang efektif bagi kebutuhan masyarakat petani jagung apabila dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dengan demikian, ke depannya diharapkan lebih banyak lagi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pertanian. []
