Diskusi masterplan pariwisata Lampung inisiasi Abdul Hakim (tengah). Anshori Djausal (kanan menyesap kopi). | Ahmad Faiz Ramadhan

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Budayawan Lampung Anshori Djausal ingin objek pariwisata di Lampung punya dampak nyata untuk masyarakat. Misalnya dalam hal pemasukan dari konteks penjualan barang dan jasa. Dengan begitu, publik Lampung bisa merasakan imbas positif dari pariwisata di daerah ini.
Ini dikatakan Asnhori saat dialog dan serap aspirasi pembangunan pariwisata Lampung yang diadakan Wakil Ketua Komite IV DPD RI Abdul Hakim di kantor DPD RI Perwakilan Lampung, Jumat, 28/4/2023.
Anshori tidak menginginkan maraknya pariwisata di Lampung tidak berdampak secara ekonomis untuk pendapatan asli daerah dan kemakmuran masyarakat. Ia mencontohkan, pembangunan Bakauheni Harbour City mestinya menjadi bisa memberikan dampak langsung untuk kesejahteraan orang Lampung.
Termasuk dibangunnya Krakatau Park. Kata Anshori, jangan sampai namanya dan lokasinya di Lampung tapi publik daerah ini tidak mendapatkan apa-apa.
Anshori juga menyoroti pariwisata di Pesisir Barat yang eksotis dalam hal olahraga selancar. Namun, orang asli Pesisir Barat malah tidak mendapatkan akses yang cukup untuk mendapatkan keuntungan dari wisata itu.
Anshori menilai, ini ironi untuk pariwisata Lampung. Ia ingin, pemerintah dan sektor lain bekerja sama memastikan publik Lampung mendapat manfaat signifikan dari pariwisata di daerah ini.
Selain Asnhori, hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Lampung Bobby Irawan, Ketua Apindo Lampung Ary Meizari Alfian, Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan, pembina Apindo Lampung Ardiansyah, Direktur Polinela Sarono, dan lainnya. [Sugiono]
