KAMMI Lampung

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Fenomena viralnya video akun Tiktok milik seorang mahasiswa Australia asal Lampung Bimo Yudho Saputro sontak mengejutkan semua pihak, terkhusus Pemerintah Provinsi Lampung yang memang menjadi sasaran utama dari video berisi kritik pedas “Penyebab Lampung Gak Maju-Maju”
Salah satu titik tekan dari konten tersebut yakni menyoroti terkait dengan infrastruktur jalan yang rusak parah terutama di ruas jalan penghubung antar kabupaten/kita di Lampung. Namun di satu sisi dibantah oleh Pemprov dengan alasan minimnya anggaran.
Hingga video ini berkembang pemilik akun Tiktok tersebut kini dipolisikan dengan dalil unsur SARA dan pencemaran nama baik oleh seorang advokat Lampung Ginda Anshori.
Video viral tersebut pun sontak membuka mata kita bahwa Lampung ternyata sedang tidak baik-baik saja. Banyak PR yang mesti dikerjakan dengan serius oleh pemerintah terkhusus perbaikan jalan sebagai moda utama mobilitas penduduk menjalankan aktivitas perekonomian.
Dalam fenomena ini, Andika Ferdiansyah, Kabid Kebijakan Publik KAMMI Lampung, berpandangan bahwa, konten tersebut berisi hal yang sangat substantif untuk dibicarakan dan didengar dengan bijak oleh pemerintah sebagai bentuk cinta dari seorang pemuda bernama Bimo Yudho kepada tanah kelahirannya. Ini terlepas dari pemilihan diksi yang menjadi polemik dengan menyebut “dajjal”.
Kita juga perlu obyektif substantif dalam menyikapi apa yang disampaikan oleh Bimo Yudho sebagai bentuk teguran bahwa fungsi kontrol sosial di lembaga legislatif DPRD Provinsi Lampung harus dioptimalkan sebaik mungkin agar muruah amanah rakyat yang tertitip saat pemilu tidak menjadi hal yang sia-sia.
“Fenomena ini juga menjadi pukulan telak bagi kita aktivis gerakan kemahasiswaan dan kepemudaan untuk lebih giat melakukan kajian lintas sektoral hingga terus dapat menjadi mitra kritis bagi pemerintah sebagai penyeimbang arus deras pembangunan,” tutup Dika. []
