Ilustrasi. Instagram Velove Vexia

Oleh Ana Yulismawati, Mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung
Pendidikan perempuan mendapatkan penilaian yang kurang baik karena anggapan masyarakat mengenai perempuan tidak perlu sekolah tinggi tinggi yang ujung-ujungnya di dapur. Hal tersebut mendeskripsikan pandangan dan kondisi pendidikan kaum wanita yang mendapat ketidaksetaraan.
Ketika akan melanjutkan pendidikan, kaum perempuan harus menelan pahit pahit anggapan masyarakat tersebut. Hal ini dilatarbelakangi oleh kurangnya edukasi kesadaran serta budaya masyarakat yang memandang pendidikan wanita tidak perlu tinggi dan lebih baik untuk menikah dan mengurus rumah tangga.
Sehingga anak perempuan setelah lulus sekolah formal cenderung menikah dini, bekerja, ataupun membantu kedua orang tua di rumah.
Padahal pada hakikatnya seorang wanita merupakan madrasah pertama bagi seorang anak. Jika pendidikan yang dimiliki seorang perempuan rendah, bagaimana kelak ia akan mendidik anaknya dengan baik.
Pendidikan yang rendah bagi kaum wanita juga akan berpengaruh terhadap kariernya. Pendidikan tinggi sangatlah penting bagi kaum Hawa maupun kaum Adam. Karena dengan belajar seseorang akan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka.
Dengan memperbesar kesempatan bagi wanita memperoleh pendidikan yang tinggi. Semoga dapat mencetak generasi generasi yang unggul. Karena ibu yang berkualitas akan melahirkan anak yang cerdas. []
