Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Salimah Bandar Lampung Bahas Kenakalan Anak pada Webinar Hari Ibu

Salimah Bandar Lampung Bahas Kenakalan Anak pada Webinar Hari Ibu

Webinar Hari Ibu secara virtual oleh Salimah Bandar Lampung | ist

Webinar Hari Ibu secara virtual oleh Salimah Bandar Lampung | ist

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Persaudaraan Muslimah (Salimah) Pengurus Daerah Bandar Lampung mengadakan Seminar Nasional Parenting Virtual pada Peringatan Hari Ibu Minggu, 20 Desember 2020. Acara mengusung tema “Alhamdulillah Anakku Nakal”, dan diikuti oleh 120 peserta.

Narasumber yang dihadirkan yaitu Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I, yang merupakan penulis buku dan Master Trainer Parenting Nasional.

Miftahul Jinan mengatakan, kenakalan anak sebenarnya merupakan sebuah paradigma yang salah dari orang tua. Jinan bilang, kenakalan anak seharusnya dapat dijadikan sebagai momen pembelajaran bagi orang tua dan anak, serta peningkatan kedekatan (bonding) antara orang tua dan anak.

Baca: Hari Ibu, Salimah Bandar Lampung Akan Adakan Seminar Nasional Virtual

“Anak belajar nakal dari orang tua. Renungkan jika orang tua menghadapi kenakalan anak dengan marah-marah, memukul, atau memberikan label-label yang buruk pada anak. Hal itu akan berdampak pada kepercayaan dirinya, dan ia belajar merespon sesuatu kondisi dari orang tuanya,” jelas Jinan seperti tertulis dalam rilis yang diterima wartalampung.id.

Orang tua, kata Jinan, perlu merubah paradigma kenakalan anak supaya dapat merespon perilaku anak dengan sabar. Selain itu orang tua juga perlu menghadapi anak dengan ketenangan.

“Ketika anak nakal, orang tua dapat merubahnya dengan bimbingan yang akan menguatkan karakter anak,” Kata dia.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua dalam menghadapi perilaku anak. Pertama, orang tua harus membekali anak dengan pemahaman agama yang baik. Supaya anak memiliki landasan perilaku yang mulia dan terinternalisasi dalam kepribadiannya.

Kedua, orang tua harus memberikan keteladanan untuk berperilaku baik, lewat tutur kata dan perbuatan. Ketiga, orang tua dan juga orang di sekitarnya hendaknya tidak melabelkan anak sebagai anak nakal, karena tanpa disadari hal tersebut dapat menjadi stigma dan melekat pada diri anak, sehingga membuat ia berperilaku menyimpang.

Keempat, selalu beri anak pujian yang membangun karakternya, misal “terima kasih kakak sudah pintar sekali, karena membantu mama menjaga kerapihan rumah dengan membereskan mainan”. Kelima, selalu lakukan dialog dan apresiasi untuk anak. (*)

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda