Puskappa Hukum Unila. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Puskappa (Pusat Kajian Perlindungan Perempuan dan Anak) Fakultas Hukum Unila telah ikut serta dalam kampanye 16HAKTP (16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan).
16HAKTP merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh Indonesia. Kegiatan Festival Puskappa (Fespa) ini mengusung tema “Lawan Kekerasan dan Lindungi Korban karena Kita berhak Bahagia”.
Hurriyah Ainaa, ketua pelaksana Fespa, menjelaskan, sebagai lembaga yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak, Puskappa melakukan kampanye dengan kegiatan yang dinamakan Festival Puskappa yang dilakukan secara online tanggal 25 November hingga puncak acaranya 12 Desember 2022 di Gedung Perdata Fakultas Hukum Unila.
Hurriyah Ainaa menjelaskan, Fespa adalah event yang dilaksanakan dalam rangka kampanye 16 HAKTP, dengan memberdayakan 58 relawan dan 13 Pengurus Muda Puskappa.
Kampanye telah dilakukan secara daring dari tanggal 25 November hingga 10 Desember bertepatan dengan hari HAM Internasional, dan puncak acaranya dilaksanakan secara luring. Salah satu kegiatan di dalamnya adalah FGD (Forum Group Discussion) dengan mengundang beberapa narasumber yang ahli dalam memaparkan materi tentang tema acara, yaitu terkait kekerasan seksual, baik dari segi psikologis, hukum, dan pendidikan.
Narasumber FGD adalah psikolog Diah Utaminingsih. Diah memberikan materi sisi psikologis dari tindak kekerasan seksual yang terjadi kepada anak maupun orang dewasa.
Ketua Satgas PPKS Unila 2022 Candra Purbawati sebagai pemateri perlindungan hukum bagi korban tindak kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Ketua KKPL Heni Nurmaini sebagai pemateri paradigma kekerasan seksual dan pergeseran nilai dan norma di lingkungan kampus.
Hurriyah Ainaa menjelaskan, kegiatan bertujuan untuk mendukung para korban dan mengedukasi mahasiswa secara umum terkait kepedulian kepada korban kekerasan. Ia berharap ke depannya, dapat mengambil andil dalam upaya preventif untuk mencegah kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus Unila.
Bela Dwiyana (Mahasiswa Hukum’2022), peserta sekaligus relawan Fespa, menuturkan, kegiatan ini memberikan ilmu dan pengetahuan berkaitan dengan kekerasan seksual yang sebelumnya tidak dia dapatkan.
“Dari kegiatan kegiatan ini tentunya mendapatkan ilmu yang bermanfaat banyak banget hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan seksual perempuan dan anak. Banyak hal yang saya belum ketahui tentang hal tersebut. Penyampaian pematerinya juga lebih fleksibel, lebih gampang untuk dicerna oleh saya, pembawaannya santai begitu tapi tetap tidak keluar dari topik,” tuturnya.
Ia juga berharap seharusnya kegiatan seperti ini ke depannya bisa lebih menggait banyak undangan lagi, terkhusus untuk para mahasiswa karena materi ini sangat penting untuk mengedukasi mahasiswa terkait tindak kekerasan.
“Harapan saya diadakan lagi kegiatan seperti ini yang lebih besar dan undangannya mungkin lebih luas. Saya ingin partisipannya lebih banyak dan lebih banyak orang tahu tentang kekerasan seksual perempuan dengan anak. Supaya tidak lagi ada korban. Ini sangat berguna sekali untuk mahasiswa, khususnya mahasiswa baru,” kata dia. []
