Advertorial

PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Serah Terima Produk Inovasi ke PT Great Giant Pinneaple

PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Serah Terima Produk Inovasi ke PT Great Giant Pinneaple

Serah terima produk inovasi Teknokrat ke PT GGP. | Dokumentasi

Serah terima produk inovasi Teknokrat ke PT GGP. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Terbanggi Besar – Universitas Teknokrat Indonesia melakukan kunjungan ke Liquid Organic Biofertilizer Factory PT Great Giant Pinneaple kemarin.

Dalam kunjungan ini, tim mempelajari proses pembuatan pupuk, teknologi yang digunakan, dan prospek kerja di bidang teknik elektro.

Tim Teknokrat disambut oleh divisi LOB GGF di antaranya Ir. Supardi Tanojo (LOB and Compost Production Head), Kiat Ginanjar, S.p. (LOB Production Dephead), Didi Rahmanto, Ssi. (R&d and Compost Subdep Head), dan Wartoyo, Amd (LOB Production Subdep Head), Erpandi (LOB Maintenance and Inprovement Subdep Head).

Ir. Supardi Tanojo (LOB and Compost Production Head) menyerahkan sertifikat serah terima produk inovasi ini.

Inovasi mahasiswa Teknokrat ini adalah alat pemantau volume pupuk cair dengan protokol MQTT pada tangki fermentor.

Inovasi ini telah digunakan sejak bulan September 2022 di dua tangki fermentor LOB GGF,

Produk sendiri diinovasikan oleh mahasiswa Teknik Elektro Yudha Arya Pranata dengan pembimbing Achmad Jayadi, Mcs.(Dosen Prodi Informatika) dan  S.Samsugi, M.Kom. (Dosen Prodi Teknik Komputer)

Lob atau Liquid Organic biofertilizer adalah suatu perusahaan yang bekerja pada pada sektor pembuatan pupuk dengan menggunakan mikrobakteri yang didapatkan pada tanah-tanah tertentu yang dikumpulkan dan dikembangbiakkan pada tabung fermentasi.

Pengembangbiakan mikroba dilakukan dengan memberikan beberapa komponen penting diantaranya unsur gula, fishmeal, protein dan unsur-unsur lain yang mendukung dalam perkembangbiakan bakteri.

Bersamaan dengan hal tersebut, dilakukan pula proses homogenisasi yang dilakukan dengan menggunakan mesin shaker orbital (untuk skala kecil) dan mesin shaker horizontal (dalam skala besar).

Lalu dikumpulkan pada sebuah tabung fermentor dengan mesin agitator yang digunakan sebagai pengaduk pupuk dalam selang waktu 24 jam. Lalu setelah itu dikumpulkan kembali dan dilakukan proses yang sama dengan tabung fermentor yang lebih besar.

Setelah semua selesai hasil dari fermentasi pupuk LOB didiamkan selama semalam, baru setelah itu pupuk baru bisa digunakan.

Lab Research and Development Lab ini bertujuan untuk meramu dalam pembuatan pupuk cair. Kemudian greenhouse untuk menguji efikasi dan pemberian treatment pada pupuk.

Juga untuk melakukan rekayasa media besar sebesar 10000/batch, untuk menganalisis kandungan protein, untuk mengembangkan mikroba di dalamnya berdasarkan optimum pH, suhu dan kandungan oksigennya dengan penyimpanan kultur mikroba di shu -80⁰C

Inovasi mahasiswa yang diterapkan di industri di PT GGP yaitu alat pemantau volume pupuk cair dengan protokol MQTT pada tangki fermentor. Inovasi ini telah digunakan sejak bulan September 2022di 2 tanki fermentor LOB GGF.

Selain itu, Teknokrat juga melakukan kerja sama riset drone dengan Divisi Research and Development GGP. Di sini tim disambut Dwi Okiyant, Manager Agritech Improvement.

Tim Drone UTI yang mengikuti kegiatan ini antara lain Jaka Persada Sembiring, MCs., Achmad Jayadi , M.Cs., Try Susanto, M.Pd, dan Firman Fahrudin (mahasiswa).

Riset drone bersama tim RnD PT GGP merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa teknik elektro. Dalam riset ini, tim TE UTI berkesempatan untuk mencoba mengulik drone sprayer milik PT GGP. Drone ini rencananya digunakan untuk menyemprotkan pupuk maupun pestisida dari atas tanaman.

Riset akhir yang menjadi tujuan utama dalam drone sprayer ini adalah melihat keefektifan dari penggunaan drone sprayer sebagai alat penyemprot pupuk maupun pestisida.

Kendala yang saat ini dihadapi di drone sprayer milik PT GGP adalah pada flight control (FC) yang digunakan merupakan FC custom, sehingga tim berinisiatif untuk melakukan ujicoba dari menguji motor penggerak sampai mengecek arus yang mengalir pada tiap jalur PCB untuk memastikan semuanya masih dalam kondisi normal.

Riset pada 18 November 2022 sampai pada berhasilnya tim menjalankan motor penggerak lewat remote control melalui FC. Riset selanjutnya tim akan mencoba mengganti beberapa part yang tidak sesuai lalu akan mencoba menerbangkan drone sprayer dilahan terbuka.

Tim jug melakukan kunjungan ke Can Making, Drumplant, dan Labbeling Factories. Tim TE mengetahui bagaimana cara pembuatan kaleng dan tutup kaleng, pembuatan drum untuk penampungan olahan nanas hingga pelabelan dalam pengemasan berbagai jenis nanas dari ukuran kecil, sedang dan besar yang akan di ekspor di berbagai negara.

Dalam kunjungan ini tim mempelajari proses pembuatan kaleng kemasan, teknologi yang digunakan serta prospek kerja di bidang teknik elektro.

Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik kunjungan ini. Ia juga senang karya inovasi mahasiswa bisa diterapkan di perusahaan besar seperti GGP.

Ia juga mendorong dosen dan mahasiswa meningkatkan kuantitas dan kualitas riset. Ini penting untuk mengaplikasikan pengetahuan ke arah yang lebih konkret. ]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda